Prajurit TNI AD Bekerja Tiga Shift untuk Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatra

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan prajuritnya bekerja pagi hingga malam hari untuk mempercepat pembangunan jembatan pascabencana di Sumatra.
Hal ini dikatakannya dalam konferensi pers satu bulan penanganan bencana Sumatra yang digelar di Posko Bencana Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (29/12).
“Untuk mempercepat pekerjaan ini kita kerjakan dalam tiga shift, pagi, siang, dan malam. Kalau tidak bekerja seperti ini, tidak akan tercapai target seperti yang dicapai sampai hari ini,” kata Maruli.
Baca Juga: TNI Prioritaskan Rekonstruksi Hunian, Jembatan, dan Layanan Publik Pascabencana di Aceh dan Sumatra
Lebih lanjut Maruli mengatakan pentingnya kekompakan seluruh pihak dalam penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatra. Ia menyampaikan bahwa TNI Angkatan Darat terus berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan instansi terkait dalam percepatan penanganan bencana, termasuk pemulihan infrastruktur dan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Ia juga memastikan bahwa penanganan bencana di Sumatra merupakan salah satu penanganan tercepat yang dilakukan pemerintah dibandingkan dengan bencana-bencana sebelumnya. Hal tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan sinergi lintas sektor yang terjalin dengan baik di lapangan.
Ada Tindakan Perusakan Beberapa Jembatan yang Sudah Dibangun
Pada kesempatan tersebut, Jenderal Bintang Empat ini juga menyayangkan adanya tindakan perusakan terhadap beberapa jembatan Bailey yang telah dibangun TNI AD. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut justru merugikan masyarakat yang sedang membutuhkan akses dan bantuan.
Baca Juga: Menhan: TNI akan Bentuk Jumlah Perwira Lebih Banyak karena Kebutuhan
“Dalam kondisi seperti ini masih ada kelompok-kelompok yang justru mengorbankan masyarakat. Kalau kita tidak kompak, ini akan membuat kita berat dalam bekerja. Kasihan masyarakat (sudah jadi) korban,” kata Maruli.
TNI AD kata Maruli, terus mengupayakan pengiriman bantuan logistik dan material jembatan beserta kelengkapannya melalui sarana angkut yang tersedia agar prajurit di lapangan dapat bekerja secara optimal. Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga melaksanakan pembangunan hunian sementara, penyediaan air bersih melalui sumur bor, serta berbagai upaya pendukung lainnya.
Hingga saat ini, sebanyak 12 jembatan Bailey telah selesai dibangun dan dua jembatan lainnya ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Maruli berharap dukungan seluruh pihak, termasuk dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan benar-benar meringankan beban masyarakat terdampak. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































