Prajurit Taifib dan Marinir AS Latihan Tembak Tempur Reaksi di Sukabumi

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Taifib) 1 Marinir bersama Ekspedisi I Pasukan Korps Marinir AS, Pasifik atau US Marine Forces Pacific (Marforpac) berlatih teknik speed dan tactical reload di Sukabumi, Minggu (28/4).
Materi menembak reaksi tersebut merupakan rangkaian latihan Reconnaissance Battalion (Reconex) yang akan berlangsung 25 April-10 Mei di beberapa wilayah, seperti Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 6 Antralina, Sukabumi, Landasan Udara TNI AL (Lanudal) Pondok Cabe, Banten, dan Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Komandan Batalyon Intai Amfibi (Danyontaifib) 1 Marinir Mayor (Mar) Laili Nugroho, menyampaikan materi latihan kali ini mengacu pada menembak combat marksmanship yang meningkatkan keterampilan individu melampaui keahlian menembak dasar.
Baca Juga: Dua Kapal Perang Koarmada I Latihan Manuver Taktis di Perairan Riau
"Agar prajurit mampu secara efektif dan efisien menyerang target dengan ukuran berbeda pada berbagai jarak dengan sistem senjata primer dan sekunder," ujar Laili, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Senin (29/4).

Selain itu, teknik speed dan tactical reload juga melatih prajurit Marinir kedua negara untuk mampu beroperasi dalam kondisi apapun, saat berada di bawah tekanan psikologis dan fisik, memaksimalkan kemampuan menyerang dan mematikan.
"Kemudian juga untuk memperkuat dan meningkatkan kemampuan serta keahlian prajurit dalam menembak tempur," kata Laili.
Baca Juga: Intel Kodim 0321 Ringkus Pengguna Narkoba dan Pemilik Senpi Rakitan
Melalui latihan teknik speed dan tactical reload tersebut, Laili berharap para prajurit Marinir Indonesia dan AS dapat mempelajari teknik yang tepat untuk melakukan pengisian ulang dan penembakan dengan cepat serta akurat dalam proyeksi pertempuran hutan dan urban.

Adapun pada latihan bersama Reconex 2024, prajurit Marinir Indonesia dan AS akan menempuh sejumlah materi latihan meliputi menembak combat marksmanship, sniper range, tactical combat casual care, joint combined exchange training, close quarter battle, dan ground recon patrol supported.
Kemudian, materi mission planning and brief procedure hingga military free fall jump dan terakhir akan dilanjutkan dengan latihan full mission profile. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































