Prajurit Rindam XVII/Cenderawasih “Serbu” Pasar di Papua, Ada Apa?

Jakarta, IDM - Selasa, (27/6), puluhan prajurit dari Rindam XVII/Cenderawasih menyerbu pasar tradisional Mama-mama Papua yang berada di pasar pertigaan jalan Sosial Sentani. Dengan berseragam lengkap mereka ternyata ingin berbelanja kepada pedagang yang berdomisili di Kampung Taruna Sosial dan pasar pojok jalur lintas keluar masuk Rindam XVII/Cenderawasih.
"Pasar pojok merupakan tempat jualan bagi Mama-mama yang berdomisili dan berkebun di sekitar Pos 7 perengan Gunung Cycloop Sentani, yang merupakan mayoritas Suku Wamena," tulis keterangan penerangan Rindam XVII/Cenderawasih diterima Rabu, (28/6).
Baca Juga: 6 Jenazah Korban Pesawat SAM Air Berhasil Dievakuasi dengan Helikopter Caracal TNI AU
Dijelaskan pula serbuan pasar Mama-mama Papua dimaksudkan sebagai wujud cinta kasih terhadap Mama-mama yang sedang berjualan sayur-sayuran, pisang, pepaya, singkong, keladi dan lain-lainnya, guna mendukung peningkatan perekonomian dan kesejahteraan di Tanah Papua. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































