Sabtu, 2 Maret 2024

6 Jenazah Korban Pesawat SAM Air Berhasil Dievakuasi dengan Helikopter Caracal TNI AU

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Enam jenazah korban pesawat milik SAM Air yang jatuh di Yalimo, Kabupaten Papua Pegunungan pada Jumat (23/6) lalu berhasil dievakuasi dengan helikopter Caracal TNI AU HT-7201 menuju Bandara Wamena, Selasa (27/6).

Sebanyak 12 anggota tim SAR gabungan yang berasal dari Kopasgat TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Basarnas telah melakukan proses pencarian serta evakuasi korban sejak Sabtu (24/6). Namun, dalam pelaksanaannya, proses pencarian dan evakuasi tersebut tidaklah mudah.

Belasan anggota tim SAR harus menemui sejumlah kendala, mulai dari cuaca buruk hingga keterbatasan peralatan yang mereka miliki untuk menuju titik jatuhnya pesawat SAM Air dari dropping zone helikopter.

Baca Juga: Resmi Berakhir, KSAU: Latihan AYU 2023 Berhasil Tunjukkan Kapabilitas Komando dan Satuan Tempur TNI AU

Kendati demikian, mereka terus berupaya secara maksimal hingga akhirnya berhasil mencapai lokasi jenazah keenam korban pada Selasa (28/6). Proses evakuasi kemudian dilanjut dengan membawa jenazah korban menuju titik dropping helikopter Caracal TNI AU.

SAM Air
Peti jenazah korban pesawat SAM Air yang akan diterbangkan dari Bandara Wamena menuju Bandara Sentani Jayapura. (Foto: Dok. Dispenau)

“Dari lokasi titik dropping helikopter, keenam jenazah yang telah dimasukkan ke kantong jenazah, selanjutnya dievakuasi menggunakan helikopter Caracal TNI AU HT- 7201 dengan penerbang Mayor Pnb Arif dan Lettu Pnb Taufik ke Bandara Wamena. Adapun kru helikopter tersebut antara lain Pelda Sukma, Sertu Fachry, Sertu Udi dan Praka Yopi. Pesawat Caracal mendarat di Wamena pukul 15.31 WIT, kemudian keenam jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang telah disiapkan,” tulis keterangan resmi Dispenau.

Baca Juga: Jelang Hari Bakti TNI AU, Lanud SMH Gelar Gerakan Pangan Murah Untuk Bantu Masyarakat

Dari Bandara Wamena, jenazah korban kemudian diterbangkan menuju Bandara Sentani Jayapura dengan menggunakan pesawat Trigana Air Cargo PK-YSN yang diawaki oleh pilot Capt Rehan. Jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.

Sementara itu, helikopter Caracal TNI AU harus kembali ke titik dropping pada Rabu (28/6) untuk menjemput tim SAR yang bermalam di sana usai melakukan proses evakuasi.

Hal ini terjadi lantaran cuaca buruk yang membuat helikopter tidak dapat melakukan penjemputan pada Selasa (27/6) kemarin. (yas)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER