Prajurit Raider 900 Terjang Hujan dan Lewati Lumpur di Bendungan Gerogak Bali

Jakarta, IDM - Momen perjuangan dalam latihan tergambar saat prajurit Batalyon Infanteri Raider 900/Satya Bhakti Wirottama (SBW) menggelar latihan Uji Lator Nikpur Medsus beberapa waktu lalu.
Baca Juga: TNI AD Ciptakan Inovasi Ubah Air Laut Jadi Air Minum
Dilansir dari postingan instagram @yonifraider900_sbw, Rabu, (31/7) tampak di bawah derasnya hujan mereka berjibaku melewati genangan lumpur setinggi pinggang di Bendungan Gerogak Bali. Para prajurit pasukan elit yang berdiri pada tanggal 17 Maret 1965 tak sedikitpun mundur.
"Seperti irama lagu "Hujan badai adalah kawan", lebih baik mandi keringat di Medan latihan daripada mandi darah di medan pertempuran," begitulah semboyan yang mereka gaungkan seperti dikutip dalam postingan instagram @yonifraider900_sbw.
Pasukan ini memiliki peran sebagai Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Lintas Medan, oleh karena itu latihan ini lumrah untuk mereka jalankan. Dalam beberapa latihan pun mereka disiapkan untuk Penanggulangan Anti Teror. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































