Prajurit Pandawa Masih Berjaga di Ibu Kota Pasca Pelantikan Presiden dan Wakil

Jakarta, IDM – Pasca tugas pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, prajurit Yonif 411 Kostrad yang bermarkas di kota Salatiga, Jawa Tengah belum beranjak dari Ibu Kota.
Tampak hari Selasa, (22/10) pagi para prajurit ini melaksanakan olah raga pagi bersama untuk dapat me refresh (menyegarkan kembali) moril dan semangat prajurit di kawasan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Kapusziad Rekomendasikan Bentuk Organisasi Kenubikaan di Tiap Matra
Total ada 300 prajurit Pandawa melaksanakan kegiatan ini. Di bawah pimpinan Danyonif Mayor Inf Ilham Datu Ramang mereka berlari dengan mendendangkan suara nyanyian khas dari Prajurit Raider Kostrad. Semangat prajurit Pandawa adalah gambaran dari semangat para petarung yang pantang menyerah di medan laga.

"Pagi ini kita melaksanakan olahraga bersama yakni lari gembira sejauh 5 Km dengan menyanyikan lagu-lagu khas TNI AD, kegiatan ini kita laksanakan pasca pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dengan harapan untuk menjaga kebugaran personil tetap sehat dsn prima," terang Ilham.
Baca Juga: Satgas Yonif Para Raider 503 Gelar Pelayanan Kesehatan
Lanjutnya, kesehatan dan fisik prima menjadi hal yang penting dalam pelaksanaan tugas.
"Harapannya melalui olahraga pagi bersama ini dapat me refresh moril dan semangat prajurit," kata Ilham. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































