Prajurit Menkav 2 Marinir Berangkat Amankan Pulau Terluar di NTT

Jakarta, IDM - Prajurit Resimen Kavaleri (Menkav) 2 Marinir yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Pulau Terluar (PAM Puter) XXVII 2023, berangkat bertugas ke Pulau Batek dan Dana Rote, di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dikutip dari keterangan Pasmar 2, Senin (19/6), keberangkatan prajurit tersebut menggunakan KRI Teluk Bintuni-520 dari dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya, Minggu (18/6).
Baca Juga: Anak-anak Mengenal Ranpur Sejak Dini di Yonif Mekanis 202/Tajimelela
Sebelum keberangkatan, seluruh personel Satgas PAM Puter XXVII Pulau Batek dan Dana Rote serta material tempur diperiksa oleh Asops Danpasmar 2
Kolonel (Mar) Arip Supriyadi, untuk memastikan kesiapan tempur.

Terpisah, Danmenkav 2 Marinir Kolonel (Mar) Muhammad Rizal berpesan, Satgas PAM Puter XXVII Pulau Batek dan Dana Rote adalah prajurit-prajurit pilihan Korps Marinir TNI AL yang terbaik dan disiapkan dengan matang.
Baca Juga: Satgas Damai Cartenz Gerebek Sarang KKB Pimpinan Sefnat Marani
"Emban tugas ini dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
"Jagalah mental serta kedisiplinan bertempur selama melaksanaan tugas di daerah operasi jaga nama baik satuan dan Korps Marinir," imbuhnya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































