Prajurit Menart 2 Marinir Tingkatkan kemampuan Mekanisme Penembakan Armed

Jakarta, IDM - Prajurit Resimen Artileri (Menart) 2 Marinir melaksanakan latihan bantuan tembakan di garis tembak Artileri Puslatpur 5 Marinir Baluran Karangtekok, Situbondo, Kamis (25/5).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (26/5), latihan tersebut adalah sebagai bentuk pembinaan agar kemampuan prajurit terus terjaga ketika mengaplikasikan ilmu dan keterampilan saat mengawaki senjata bantuan.
Baca Juga: Aksi Prajurit Tontaikam Brigif Mekanis 1 PIK/JS Amankan Ibu Kota
"Sehingga pembinaan profesi prajurit yang telah dilaksanakan selama ini dapat tercapai dengan hasil yang optimal," ujar Palaklat Letkol (Mar) Daniel Iwan Setiawan.

Daniel juga menyampaikan, latihan yang digelar oleh Pasmar 2 dalam hal ini Menart 2 Mar, merupakan bentuk kesejahtaraan dan menjadi penekanan agar selama melaksanakan latihan diiringi rasa ikhlas, penuh semangat, profesional.
"Tetap mengedepankan faktor keselamatan dan keamanan baik personil maupun material," katanya.
Baca Juga: Bakamla RI Evakuasi 12 ABK Korban Kecelakaan Kapal di Laut Timor
Sebelumnya, artileri secara umum adalah sebutan untuk kesenjataan (persenjataan) berupa senjata-senjata berat jarak jauh beserta pasukan pengawaknya, meliputi medan darat maupun anti udara.
Dalam suatu pertempuran, artileri sangat dibutuhkan untuk membantu pasukan infanteri yang berada di garis depan. Artileri hadir dalam tubuh Korps Marinir sejak 1961 silam. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































