Prajurit Marinir Turun Tangan Bantu Penanganan Banjir Luwu Sulawesi Selatan

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VI Makassar melaksanakan penanggulangan bencana alam dan penyaluran bantuan logistik, pascaterjadinya longsor dan banjir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Tergabung dalam tim Satuan Tugas Pangkalan Utama TNI AL (Satgas Lantamal) VI, prajurit Korps Marinir melakukan pergeseran pasukan menuju Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/5), dipimpin Komandan Yonmarhanlan VI Makassar Mayor (Mar) Yusman Efendi.
"Pengiriman personel satgas bencana ini merupakan suatu bentuk misi kemanusiaan dalam membantu para korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Luwu, Sulawesi Selatan," ujar Yusman, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Senin (6/5).
Baca Juga: Dansatgas MTF TNI UNIFIL Update Analisa Daerah Operasi di Cyprus
Kegiatan diawali dengan apel kelengkapan personel, lalu pergeseran personel, material, dan logistik. Kemudian, Komandan Lantamal VI Brigjen (Mar) Andi Rahmat M melepas keberangkatan para prajurit Korps Marinir ke daerah bencana, pada pukul 17.00 WITA.
Para prajurit Yonmarhanlan VI Makassar berangkat menuju Kabupaten Luwu dengan menggunakan enam kendaraan, di antaranya satu kendaraan Komandan Satgas, satu unit mobil Polisi Militer TNI AL (Pomal), satu unit ambulans, dan tiga unit truk.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 12 desa di Kecamatan Latimojong, Luwu, Sulawesi Selatan masih terisolasi setelah dilanda bencana banjir disertai tanah longsor.
"Bahkan keadaan di Latimojong hingga sore tadi bertambah parah akibat masih diguyur hujan deras," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Jakarta.
Baca Juga: Tembak TNI dengan Busur Panah, Anggota OPM di Maybrat Akhirnya Menyerahkan Diri
Menurut dia, hujan deras tersebut telah menimbulkan titik longsoran baru, yakni jalan menuju Latimojong ambles sepanjang 100 meter dan memutuskan beberapa jembatan penghubung antar-desa.
Banjir disertai tanah longsor terjadi pada Jumat (3/4) dini hari sekitar pukul 01.17 WITA setelah kabupaten itu diguyur hujan intensitas deras dengan durasi panjang sejak Kamis (2/5).
Selain Kecamatan Latimojong, bencana tersebut juga melanda sebanyak 12 kecamatan lain yakni, Suli, Suli Barat, Ponrang Selatan, Ponrang, Bupon, Larompong, Larompong Selatan, Bajo, Bajo Barat, Kamanre, Belopa dan Kecamatan Belopa Utara. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































