HANKAM

Prajurit Marinir Penjaga Pulau Sekatung Terima Arahan saat Jam Komandan

Prajurit Pasmar 1
Prajurit Pasmar 1 yang tergabung Satgasmar Pengamanan Pulau Terluar XXVIII wilayah barat, menerima arahan saat jam komandan di Pulau Sekatung, Sabtu (21/12). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM - Prajurit Pasmar 1 yang tergabung dalam Satgas Marinir Pengamanan Pulau Sekatung, mengikuti jam komandan kepada seluruh personel satgas di Pulau Sekatung, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (21/12).

Komandan Satgasmar Pengamanan Pulau Sekatung Letda (Mari) Supriadi, menjelaskan kegiatan jam komandan bertujuan mempererat komunikasi dan koordinasi antara komandan dengan seluruh personel satgas.

"Jam komandan ini memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk berdiskusi langsung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan tugas dan kegiatan ke depan," jelasnya, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Senin (23/12).

Baca Juga: Satgas Kizi TNI Membantu Pembangunan Hanggar Helikopter di Afrika Tengah

Dalam arahannya, Supriadi menyampaikan beberapa arahan penting terkait kesiapsiagaan dan penguatan koordinasi antarpersonel dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

Prajurit Pasmar 1
(Foto: Dok. Pasmar 1)

"Selain itu, apresiasi diberikan kepada seluruh anggota yang telah menjalankan tugas dengan baik meskipun dalam kondisi yang penuh tantangan," lanjutnya.

Dengan adanya kegiatan ini, kata Supriadi, diharapkan seluruh anggota satgas dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan.

Baca Juga: KSAD Sebut Akan Libatkan Kowad untuk Program Makan Bergizi

"Terus bekerja dengan penuh dedikasi demi menjaga kedaulatan dan keamanan negara di wilayah perbatasan," pungkasnya.

Para prajurit Marinir penjaga Pulau Sekatung merupakan salah satu dari 5 pasukan pengamanan pulau terluar dari Pasmar 1 yang tergabung dalam Satgasmar Pengamanan Pulau Terluar XXVIII wilayah barat. Kelima pasukan berangkat menggunakan KRI Teluk Lampung-540, dari dermaga Kolinlamil, Jakarta, pada Rabu (26/6) lalu.

Satgas Marinir XXVIII dari Pasmar 1 yang bertugas mengamankan sejumlah pulau terluar di wilayah barat Indonesia, meliputi Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Sekatung, Pulau Deli, dan Pulau Nipa dalam rangka mendukung tugas pokok TNI dan integritas NKRI.

Baca Juga: Kembangkan Teknologi Baru, Puspenerbal Uji Coba Drone Multicopter di KRI Semarang-594

Adapun Pulau Sekatung berada di bagian utara Kepulauan Natuna dan termasuk dalam gugusan Pulau Natuna selain Pulau Sedanau, Bunguran, dan Midai.

Pulau Sekatung termasuk dalam 12 pulau terluar yang memerlukan penanganan khusus. Pulau Sekatung adalah pulau terluar dan terletak di bagian utara provinsi Kepulauan Riau, tepatnya berada di Laut Cina Selatan dan berbatasan dengan tiga negara negara, yaitu Vietnam, Thailand, dan Malaysia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.