Prajurit KRI Nala-363 Latih Kemampuan Selam Dasar untuk Hadapi Kondisi Bawah Air

Jakarta, IDM – Para prajurit kapal perang perusak kawal rudal milik Koarmada II, yakni KRI Nala-363 menjalani penyegaran latihan selam dasar untuk meningkatkan kemampuan pada bidang menyelam di medan tugas.
Komandan KRI Nala Letkol Laut (P) Agung Maulana dalam pengarahannya di Surabaya, Jumat (7/6), menjelaskan saat kapal perang berlayar di lautan, terdapat berbagai kemungkinan kondisi bawah air yang tidak dapat diprediksi, seperti jaring nelayan, karang maupun kerangka kapal.

"Yang akan kita hadapi terkadang membutuhkan kemampuan selam untuk pengecekan garis bawah air kapal dan untuk memastikan kapal dalam kondisi siap untuk melaksanakan operasi," jelas Agung, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Sabtu (8/6).
Baca Juga: Panglima TNI Cek Kesiapan Pasukan yang Akan Diberangkatkan ke Palestina
Sebelum memulai latihan, para instruktur menjelaskan komponen alat selam mulai dari tabung oksigen hingga regulator yang mengatur aliran udara. Kemudian, para prajurit diajarkan beberapa teknik penggunaan alat selam seperti cara memasang dan melepas alat selam hingga teknik bernapas dan menyelam yang efisien dan aman.

"Prajurit KRI Nala juga diajarkan untuk tetap tenang dan terkendali dalam setiap situasi serta memahami tindakan-tindakan darurat yang perlu dilakukan jika menghadapi masalah di dalam air," kata Agung.
Baca Juga: Pangkoarmada II Kumpulkan Para Komandan KRI di Surabaya, Ada Apa?
Dengan penguasaan yang baik atas penggunaan alat selam dan teknik-teknik selam dasar, Agung mengharapkan para prajurit KRI Nala mampu menghadapi setiap tantangan di dalam air dengan kepercayaan diri dan kesiapan yang tinggi.
"Mereka menyadari penguasaan atas alat dan teknik selam bukan hanya keterampilan, tetapi juga merupakan bagian tidak terpisahkan dari keselamatan dan keberhasilan dalam setiap tugas mereka sebagai prajurit matra laut," tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































