Prajurit Kostrad Latihan Terjun dari Pesawat Hercules, Warga Berbondong-bondong Menyaksikan

Jakarta, IDM – Para prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 503/Mayangkara/18/2 Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) menggelar latihan terjun statik penyegaran atau jungar di langit Jombang, Jawa Timur, Kamis (17/7).
Ratusan prajurit berkualifikasi Para Raider itu membuktikan kapabilitasnya lewat tiga gelombang penerjunan menggunakan pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara.
Baca Juga: 1.152 Calon Tamtama di Kodam XIII/Merdeka Lulus Menjadi Prajurit TNI AD
Adapun Para Raider merupakan pasukan infanteri TNI AD yang memiliki kemampuan khusus, seperti infiltrasi melalui udara, gerilya, anti-gerilya, dan berbagai misi tempur lainnya.
Penerjunan sortie pertama dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Letkol (Inf) Windu Kuntoro, disusul Letda (Inf) Diko Setiawan dan Letda (Inf) M. Irfan Rizky dalam gelombang berikutnya.

Latihan tersebut disaksikan langsung oleh Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2/Kostrad Mayjen TNI Susilo dan jajaran pimpinan Divif 2/Kostrad lain. “Hanya mereka yang berani menatap bumi dari langit yang layak disebut Ksatria,” kata Susilo dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari tni.mil.id, Jumat (18/7).
Susilo juga menyoroti bahwa kesuksesan latihan tak hanya mengasah fisik, tetapi juga menegaskan semangat juang.
Baca Juga: Hadapi Dinamika Tantangan yang Kompleks, Paspampres Resmikan Empat Satuan Baru
Penerjunan itu disaksikan warga sekitar. Sejumlah warga juga mengabadikan momen penerjunan lewat ponsel mereka.
Di akhir kegiatan, para prajurit mengulurkan tangannya melalui pembagian sembako kepada warga sekitar. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































