Prajurit Korps Marinir Uji Tembak RPG-7 dan MG-3 Marinir Pakistan

Jakarta, IDM - Korps Marinir berkesempatan mencoba langsung senjata bantuan Marinir Pakistan dalam latihan bersama Keris Talwar 2023 di Nathiagali Firing Range, Karachi, Kamis (25/5).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (26/5), kegiatan diawali dengan pengenalan senjata dan penjelasan tindakan keamanan masing-senjata Marinir Pakistan kepada prajurit Korps Marinir.
Baca Juga: Prajurit Menart 2 Marinir Tingkatkan kemampuan Mekanisme Penembakan Armed
Kali ini prajurit Korps Marinir mendapat kesempatan untuk mencoba penembakan senjata bantuan RPG-7, MG-3, AX-50 sniper, dan mitraliur gun 12.7 mm.

Dari seluruh rangkaian penembakan senjata bantuan tersebut, prajurit Korps Marinir mampu menguasai dengan cepat karakteristik seluruh senjata bantuan Marinir Pakistan dan mampu menembakkan dengan baik ke sasaran yang telah ditentukan.
Latihan bersama Keris Talwar adalah latihan gabungan antara Korps Marinir bersama Marinir Pakistan yang di dalamnya termasuk Marines and Special Service Group (SSG).
Baca Juga: Pangkostrad Sertijab Jabatan Strategis Kostrad, Ini Nama-namanya
Kegiatan ini merupakan latihan bilateral yang kedua kalinya dilaksanakan oleh Korps Marinir dan Marinir Pakistan, pascapelaksanaan sebelumnya dilaksanakan pada 2018 lalu di Indonesia.
Latihan bersama Keris Talwar selain bertujuan memupuk hubungan bilateral, juga untuk meningkatkan kemampuan perorangan prajurit Korps Marinir sekaligus dapat meningkatkan kerja sama dengan negara-negara sahabat. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































