HANKAM

Prajurit Kopassus dan Kopasgat Berlatih Peperangan Laut Khusus dengan Kopaska

Kopassus Sat-81 Gultor dan Kopasgat Sat-90 Bravo
Para prajurit Kopassus Sat-81 Gultor dan Kopasgat Sat-90 Bravo mengikuti pendidikan kursus peperangan laut khusus selama tiga bulan di Surabaya, Rabu (24/4). (Foto: Dok. Dispen Kodiklatal)

Jakarta, IDM – Pusat Pendidikan Khusus Komando Pendidikan Operasi Laut (Pusdiksus Kodikopasla) Kodiklat melatih para prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Sat-81 Gultor dan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Sat Bravo-90 di Surabaya, Rabu (24/4).

Para prajurit pasukan khusus dari TNI AD dan TNI AU itu akan menjalani latihan program pendidikan kursus peperangan laut khusus 2024 di Sekolah Komando Pasukan Katak (Sekopaska) selama tiga bulan.

Selama mengikuti pendidikan ini, para prajurit Sat-81 Gultor dan Sat-90 Bravo akan dibekali berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan renang laut, penyelaman, teknis dan taktis peperangan laut khusus untuk menjadi bekal dalam penugasan di daerah operasi.

Baca Juga: Bentuk Opini dan Citra Positif TNI AU, Kadispenau: Lakukan Program Komunikasi yang Strategis

Latihan tersebut dibuka oleh Komandan Kodikopsla (Dankodikopsla) Kodiklatal Laksamana Pertama Muhammad Iwan Kusumah. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pendidikan ini terintegrasi bagi pasukan khusus TNI yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Latihan ini bertujuan agar prajurit memiliki kualifikasi dalam peperangan laut khusus serta nantinya mampu mendukung operasi militer perang (omp) maupun operasi militer selain perang (omsp) TNI," ujar Iwan, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal.

Baca Juga: Tingkatkan Kualifikasi Penerbang, Helikopter 412 Puspenerbal Laksanakan Latihan Terbang Malam

Selain itu, Iwan juga menekankan kepada para komandan Pusdiksus, khususnya Komandan Sekopaska, instruktur, pembimbing siswa, dan Komandan Kodikopsla untuk mengutamakan keselamatan para prajurit pasukan khusus tersebut selama menjadi siswa latihan.

"Laksanakan program pendidikan dengan penuh tanggung jawab. Perhatikan rambu-rambu dalam operasional pendidikan dengan tetap mengutamakan keselamatan para siswa hingga selesai," ucap Iwan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.