Prajurit Kapal Selam TNI AL Sukses Tempuh Sertifikasi CRF di Australia

Jakarta, IDM – Dua perwira TNI AL dari Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II berhasil mendapatkan sertifikasi kursus Coordinator of Rescue Forces (CRF) yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut Australia di Garden Island, Jumat (2/8).
Adapun kedua perwira TNI AL yang terdiri dari Komandan KRI Alugoro-405 Letkol Laut (P) Moh Akbar dan perwira staf operasi Satuan Kapal Selam Koarmada II Mayor Laut (P) Asrul Arasad, mengikuti kursus CRF selama dua pekan.
"Kursus CRF dilaksanakan mulai 21 Juli-3 Agustus, diperuntukkan bagi perwakilan perwira kapal selam angkatan laut dari Indonesia, Filipina, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam," ujar Kadispenal I Made Wira Hady Arsanta dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Minggu (4/8).
Baca Juga: TNI AD Kirim 400 Prajurit Kapuas, Jaga Wilayah Papua Barat dan Barat Daya
Wira menjelaskan, dalam kursus CRF peserta kursus diberikan gambaran, pelajaran dan latihan tentang pelaksanaa. perencanaan, organisasi, mobilisasi.
"Serta menggunakan segala aset yang ada di negara sendiri maupun kawasan internasional untuk digunakan dalam menyelamatkan kapal selam yang sedang mengalami kedaruratan," jelasnya.
Dia menyampaikan, dua perwira TNI AL yang lulusan kursus CRF mampu menjadi koordinator dalam pelaksanaan submarine rescue operations.
Baca Juga: Aster Panglima TNI Tinjau Persiapan Program Serbuan Teritorial di Pemalang
"Mereka bertanggung jawab untuk memberikan saran dan masukan metode penyelamatan kepada Submarine Search and Rescue Autority (SSRA) terkait dengan perkembangan dalam submarine rescue operations," kata Wira.
Sebelumnya, kursus tersebut dibuka oleh CDRE Tom Philips sebagai Comsub Royal Australian Navy Force dan ditutup oleh Captain Richard Lindsey yang menjabat sebagai Director Australian Submarine Command Course. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































