Prajurit Brigif 3 TBS Selesaikan Latihan Terjun Statik di Ketinggian 1.200 Kaki

Jakarta, IDM – Para prajurit Brigif 3/Tri Budi Sakti Kostrad baru saja menyelesaikan latihan terjun penyegaran statik di Lanud Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu sebagai bagian dari pemeliharaan dan peningkatan kemampuan lintas udara (Linud) prajurit secara profesional dan berkelanjutan.
Latihan yang digelar selama dua hari sejak 28 Mei 2025 tersebut dimulai dengan terjun bebas militer (TBM) pada hari pertama, disusul terjun statik dari ketinggian 1.200 feet pada hari kedua.
Pesawat Hercules dari Skadron Udara 33 yang digunakan dalam pelaksanaan latihan ini memakai lokasi titik muat dan dropping zone (DZ) berada di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.
Baca Juga: Koopsud III Tingkatkan Kesiapsiagaan Penerbang TNI AU dalam Latihan Egress Procedure 2025
Kegiatan jungar (terjun penyegaran) ini merupakan program rutin Brigif 3/TBS yang bertujuan untuk mempertajam keterampilan para prajurit dalam menghadapi berbagai tugas operasi.
Latihan ini juga menjadi wujud kesiapsiagaan dan profesionalisme satuan Lintas Udara dalam mendukung tugas pokok TNI AD.
Ws. Danbrigif 3/TBS Kolonel Inf Ari Widyo Prasetyo menyampaikan bahwa latihan terjun ini merupakan bagian dari agenda tahunan Kostrad. Oleh karena itu, lanjutnya, latihan ini sangat signifikan untuk meningkatkan kemampuan, baik secara individu maupun dalam satuan, guna mendukung tugas operasional yang semakin kompleks.
Baca Juga: Pendidikan di AAL Diperpendek Jadi Tiga Tahun, Ditambah Magang Satu Tahun
“Latihan ini sangat penting sebagai bentuk pembinaan satuan dan upaya mempertahankan kesiapsiagaan prajurit lintas udara dalam melaksanakan tugas operasi di berbagai medan. Alhamdulillah, latihan berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya dalam rilis yang diterima Selasa (3/6).
Kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan latihan tersebut, Ari turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya.
“Terima kasih kepada Danlanud Hasanuddin, Skadron 33, Denmatra 2, Perbekud, serta semua pihak yang telah membantu. Keberhasilan latihan ini tidak lepas dari dukungan dan kerja sama yang baik antar satuan,” ucap Ari. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































