HANKAM

Prada Muhammad Shabilla Alhaqim, Anak Kuli Bangunan yang Jadi Prajurit TNI AD

Prada Muhammad Shabilla Alhaqim
Prada Muhammad Shabilla Alhaqim bersama kedua orang tuanya. (Foto: Kodam II/Sriwijaya)

Jakarta, IDM - Kisah Prada Muhammad Shabilla Alhaqim ini menjadi inspirasi. Walaupun hanya anak seorang kuli bangunan di Bangka Barat, ia berhasil menjadi prajurit TNI AD. Kisah Prada Muhammad ini pun dikisahkan saat dia dilantik di Rindam II/Sriwijaya beberapa waktu lalu.

"Hari Rabu (13/04/2024), Shabilla dan 115 orang lainnya dilantik menjadi prajurit TNI AD berpangkat Prada oleh Kasdam II/Swj Brigjen TNI Ruslan Effendy, Kebetulan, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Yanuar Adil ada kegiatan di Jakarta yang tidak bisa ditinggalkan yaitu rapat di BNPB dan Kementerian Pertanian," kata Kapendam II/Swj Kolonel Arh Saptarendra dalam rilisnya diterima Jumat, (15/3).

Baca Juga: Aksi Prajurit Kodam IV/Diponegoro Evakuasi Korban Banjir di Semarang

Kapendam mengisahkan, Shabilla yang merupakan lulusan SMK jurusan mesin itu telah mengikuti seleksi 2 kali untuk menjadi prajurit TNI AD.

"Meski pernah gagal, berkah usaha yang gigih ditambah doa dan restu orang tua dia berhasil lulus seleksi dan mewujudkan cita-citanya menjadi abdi negara yaitu prajurit TNI AD. Ayahnya bekerja serabutan, jadi kuli bangunan dan gembala sapi di kampungnya, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga," jelas Kapendam.

Baca Juga: Bahas Sejumlah Isu Strategis, Prabowo Bertemu Menlu Selandia Baru

Sementara itu, Shabilla menyampaikan motivasinya menjadi prajurit untuk membanggakan orang tuanya.

"Kami berasal dari keluarga yang sederhana dan berhasil menjadi keluarga abdi negara. Karena tentara itu, gigih, tangguh dan pemberani. Sejak SD saya aktif organisasi supaya nanti terbiasa apabila ingin jadi tentara, seperti kepramukaan jadi bekal untuk daftar tentara dan saya sejak usia 18 tahun. Saya terus memperbaiki kekurangan dan berlatih, alhamdulillah setelah mendaftar 2 kali saya lolos," kata Shabilla. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.