HANKAM

Prabowo: Sejak Muda Tentara Sudah Teken Siap Mati Buat Negara

Prabowo Sejak Muda Tentara Sudah Teken Siap Mati Buat Negara
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menghadiri syukuran HUT ke-66 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). (Tim Media Prabowo Subianto)

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri syukuran HUT ke-66 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Gedung Pierre Tendean Kementerian Pertahanan, Kamis, (5/1).

Di acara itu Prabowo mengatakan, sebagai mantan tentara dirinya tetaplah junior dan anak buah jika di hadapkan dengan para senior.

"Di tentara ini ada sesuatu yang disebut jiwa korsa, jadi sesuatu hubungan kejiwaan, sekali panglima, selamanya panglima, sekalinya komandan, selamanya senior, sekali senior, selamanya senior. Jadi kalau saya berhadapan dengan senior-senior saya ya tetap anak buah junior," kata Prabowo.

Walaupun demikian, lanjutnya hal ini adalah tradisi yang baik jadi tidak perlu dimasalahkan karena menurutnya kepemimpinan di tentara itu lain dari manajemen.

Prabowo Sejak Muda Tentara Sudah Teken Siap Mati Buat Negara
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan sesi foto bersama saat menghadiri syukuran HUT ke-66 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). (Tim Media Prabowo Subianto)

"Manajemen dalam kehidupan sehari-hari itu ada pamrih yang dijanjikan, di perusahaan-perusahaan seseorang bekerja dengan baik dapat gaji yang baik, semakin kinerjanya baik ditambah bonus. Sementara itu kalau kita hadapi pertempuran, taruhannya adalah nyawa, jadi seorang panglima, seorang komandan, seorang pemimpin yang berhasil mengajak anak buahnya menghadapi maut, itu tidak bisa kita lupa begitu saja," lanjut Prabowo.

Dalam tradisi jiwa korsa, kata Prabowo sebagai pejuang sebagai tentara sejak muda sudah diteken siap mati untuk negara. Oleh karena itu, harta tentara yang paling mahal adalah jiwa.

Baca: Prabowo Ungkap Alasan Inisiasi Fakultas Kedokteran dan Farmasi Militer di Unhan: Ancaman Biologis

"Sejak usia muda kita siap untuk menyerahkan nyawa kita untuk kebesaran kejayaan kemerdekaan bangsa ini. Jadi, masalah jiwa ini masalah kejiwaan ini tidak bisa dianggap sepele. Kita pernah berjuang bersama, yang hadir di ruangan ini semua senior-senior kita, rekan-rekan kita, kita pernah berjuang bersama karena itu kita bangga dan kita hormat kepada senior-senior kita, kita hormat kepada semua veteran-veteran yang masih hidup. Semangatnya masih menyala-nyala. Ada pepatah old soldiers never die, they just fade away, dan kalau di Indonesia perlu dikembangkan sedikit, Indonesian old soldiers never die and they never fade away," tutup Prabowo.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.