Potret Prajurit Infanteri Mengajar Anak-anak di Lanny Jaya

Jakarta, IDM - Hari itu, Senin, (27/2) Letda Inf Delfian bersama beberapa prajurit satuan tugas (Satgas) Yonif Mekanis 203/AK turun tangan mengajar anak-anak sekolah dasar YPPGI, Distrik Makki, Kabuputen Lanny Jaya.
Mereka terlihat antusias membantu anak-anak yang kekurangan tenaga pendidik (guru) ini.
Baca Juga: Prabowo Diskusi Teknologi Militer Modern Bersama Mansour bin Zayed di UEA
“SD YPPGI terkendala dengan kurangnya tenaga pendidik terutama untuk murid SD kelas 1 dan 2 sehingga membuat kami datang dan hadir untuk membantu mengajar, diharapkan dengan kehadiran kami dan pelajaran yang diberikan dapat menambah pengetahuan serta semangat belajar dari para murid,” kata Delfian.
Ia menjelaskan bahwa materi pelajaran yang diberikan yaitu pelajaran dasar khusus kepada para murid kelas 1 dan 2 seperti membaca dan berhitung serta menyanyikan lagu Indonesia Raya guna meningkatkan rasa cinta pada Tanah Air.
Baca Juga: KSAD Ganti Dua Jabatan Strategis di Angkatan Darat, Ini Nama-namanya
"Terlihat anak-anak antusias dengan pelajaran yang diberikan karena ini merupakan hal baru bagi mereka. Kami memberikan alat tulis untuk para murid-murid," kata Delfian. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































