HANKAM

Posisi Pangkogabwilhan I Gagal Kembali ke Matra Laut

Pangkoarmada III Laksamana Muda Hersan.
Pangkoarmada III Laksamana Muda Hersan. (Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM - TNI mendadak mengubah keputusan mutasi sejumlah posisi perwira tinggi, di antaranya ialah Panglima Komando Gabungan Wilayah (Pangkogabwilhan) I yang semula tercatat nama Laksda Hersan, kini kembali ke Letjen Kunto Arief Wibowo.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Kristomei Sianturi, mengonfirmasi revisi mutasi terhadap keputusan panglima kep/554/IV/2025 tanggal 29 April melalui surat edaran telegram panglima dengan nomor keputusan panglima kep/554.a/IV/2025 yang berlaku sejak 30 April.

"Jadi, ada rangkaian-rangkaian yang sudah disiapkan, yang memang harus ada yang pensiun maupun ada yang bergeser karena memang ada tugas-tugas yang pasti harus diselesaikan oleh mereka, dihadapkan dengan perkembangan situasi saat ini," ungkapnya dalam konferensi pers secara daring, Jakarta, Jumat (2/5).

Baca Juga: TNI Ralat Keputusan Mutasi, Letjen Kunto Tetap Jabat Pangkogabwilhan I

Kristomei mengaku panglima TNI dan ketiga kepala staf angkatan sepakat untuk menangguhkan mutasi sejumlah perwira tinggi sebelumnya, seperti Kunto dan Hersan, dan menggantikannya dengan gerbong lainnya, yakni tercatat tujuh nama perwira tinggi yang terdiri dari tiga TNI AD dan empat TNI AL.

"Ada beberapa perwira yang memang masih dibutuhkan organisasinya saat ini untuk melakukan sesuai dengan perkembangan situasi dan ancaman saat ini sehingga panglima TNI dan para kepala staf angkatan merasa perlu untuk menangguhkan gerbong yang harus bergeser ini, digantikan oleh gerbong lainnya yang memang harus segera bergeser," kata Kristomei.

Baca Juga: Letjen Kunto tak jadi dimutasi, ini penjelasan Kapuspen TNI

Berdasarkan keputusan revisi mutasi tersebut, Kunto tetap menjadi Pangkogabwilhan I dan Hersan sebagai Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III. Kemudian, perubahan ini juga menyebabkan Laksda Hudiarto Krisno Utomo kembali menjadi Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) dari yang sebelumnya tercatat mutasi ke Pangkoarmada III.

Selanjutnya, Laksda Rudhi Aviantara yang tadinya akan menggantikan Krisno sebagai Pangkolinlamil, kini tetap menempati jabatan sebagai Kepala Staf Kogabwilhan II yang berkantor di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.