Poltekad Ciptakan Generator Ransel dan Pelindung Lutut Biomekanik

Jakarta, IDM – Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) menciptakan inovasi generator ransel dan pelindung lutut biomekanik.

Dikutip keterangan dari instagram resmi @poltekad_official, Jumat, (8/11) alat ini berfungsi untuk pembangkit energi listrik portable guna mendukung operasional militer di lapangan. Dijelaskan pula, ransel yang diciptakan berbasiskan translation motion dan alat pelindung lutut berbasis biomekanik.
Baca Juga: Kapal Selam Rusia B-588 Ufa Sandar di Surabaya, Ini Agendanya
"Ini merupakan sebuah alat yang dirancang untuk mengkonversi energi mekanik dari gerakan ransel dan pergerakan lutut menjadi energi listrik yang berfungsi sebagai pengisi daya pada perangkat elektronik militer," jelas Poltekad.

Baca Juga: Sebanyak 1.065 Perwira Siswa Kecabangan TNI AD Gelar Latihan Operasi Serangan
"Produk inovasi ini juga telah mendapatkan apresiasi yaitu menjadi juara 2 Lomba karya Cipta Teknologi Tingkat TNI AD, Jakarta (11/7/2024)," tambah keterangan Poltekad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































