Pimpinan Tertinggi TNI AD Minta Mahasiswa Jangan Terprovokasi Media Sosial Negatif

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang merupakan pimpinan tertinggi di TNI Angkatan Darat meminta mahasiswa jangan mudah terpengaruh provokasi di media sosial.
Hal ini dikatakannya saat memberikan ceramah kebangsaan di hadapan mahasiswa baru program beasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Adhyaksa, bertempat di Auditorium Zamrud Khatulistiwa, STIH Adhyaksa, Jakarta, Rabu (8/10).
Menurut Maruli, arus informasi negatif dan provokasi di media sosial yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Ia menegaskan, kemampuan berpikir kritis, integritas moral, dan semangat kebangsaan merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang maju dan berkeadilan.
Baca Juga: Prajurit TNI Ajarkan Teknik Penembakan Mortir ke Tentara Demokratik Kongo
Lebih lanjut pada kesempatan tersebut Maruli juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga persatuan dan kesatuan nasional di tengah pesatnya perkembangan global dan tantangan era digital.
Ia menyoroti empat komponen penting yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa, yakni menjadi agen perubahan (agent of change), penjaga nilai kejuangan (guardian of struggle values), generasi penerus bangsa (future leader), serta kontrol sosial (social control) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Maruli juga mengulas sejarah perjuangan mahasiswa dan pelajar dalam membentuk jati diri bangsa Indonesia di masa penjajahan. Dengan penuh refleksi, ia menggambarkan bagaimana semangat juang para pemuda pada masa lalu berhasil melahirkan konsep kebangsaan yang masih relevan hingga kini.
“Kalau saya sedang duduk merenung, bagaimana orang (para mahasiswa dan pemuda pejuang) mendirikan bangsa ini. Dengan keterbatasan komunikasi, dengan keterbatasan ilmu, mereka mau meluangkan waktu, mau mengorbankan diri untuk membuat konsep suatu negara yang 90 persen masih relevan hingga saat ini,” ujar Maruli.
Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme, disiplin, dan wawasan kebangsaan kepada generasi muda, sekaligus meneguhkan semangat mereka sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa.
TNI AD dan STIH Adhyaksa sendiri telah resmi bekerjasama yang terjalin sejak 18 September 2025 dengan tujuan memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan hukum. Ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup program akademik, termasuk pemberian beasiswa kepada prajurit TNI terbaik untuk memperluas wawasan di bidang hukum dan tata negara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































