HANKAM

Pimpin Upacara HUT Kostrad, Panglima TNI: Prajurit Harus Selalu Siap, Adaptif dan Profesional

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (tengah) bersama, Wakil Panglima TNI, KSAD, KSAU dan Pangkostrad. (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Dinamika ancaman yang semakin kompleks mengharuskan kesiapsiagaan prajurit. Untuk itu Kostrad perlu meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan tempur dalam menghadapi konflik global.

Pesan tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat menjadi Inspektur Upacara pada HUT ke-65 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Cilodong, Jawa Barat, Jumat (6/3).

“Rivalitas kekuatan besar dunia berpotensi memicu konflik yang berdampak pada stabilitas keamanan, sehingga prajurit Kostrad harus selalu siap, adaptif, dan profesional dalam menghadapi setiap tantangan,” pesan Agus.

Baca Juga: TNI AD Lantik Ratusan Prajurit Infanteri Siap Jaga NKRI

Mengusung tema “Kostrad Prima Mengabdi Untuk Indonesia Maju”, peringatan HUT ke-65 ini, prajurit Kostrad mengenakan seragam pakaian dinas lapangan (PDL) bercorak daun laurel yang melambangkan kehormatan, ketangguhan, kemenangan, dan prestasi.

Sejak berdiri pada tahun 1961, Kostrad telah menjadi kekuatan pemukul strategis TNI AD yang berperan penting dalam berbagai Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dalam setiap tugas, Kostrad hadir menjaga keutuhan NKRI, stabilitas nasional, serta membantu masyarakat dalam situasi darurat dan bencana.

Pada upacara tersebut, Pangdivif 1 Kostrad, Brigjen TNI Ahmad Fikri Musmar, bertindak sebagai Komandan Upacara. Sementara itu, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, bertindak sebagai Komandan Defile.

Baca Juga: TNI AD Berkoordinasi dengan Polisi Terkait Prajurit Langgar Hukum tapi Lolos Rekrutmen

Upacara ini diikuti 1.500 prajurit Kostrad yang tergabung dalam lima Satuan Setingkat Batalion (SSY).

Acara HUT Kostrad juga diisi dengan demonstrasi ketangkasan prajurit Kostrad yang menampilkan disiplin, kekompakan, serta kesiapsiagaan tempur, di antaranya rampak bedug, toya, double stick, pencak silat militer, pematahan besi dragon dan bata hebel, hingga defile pasukan.

HUT ke-65 Kostrad turut dihadiri Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, serta dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Tonny Harjono, dan para sesepuh Kostrad dari masa ke masa. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.