Pimpin Sidang Disiplin, Danlanud Sultan Hasanuddin: Tidak Ada Toleransi Terhadap Pelanggaran

Jakarta, IDM - Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menolerir setiap pelanggaran yang dilakukan prajurit.
Penegasan tersebut disampaikan Marsma TNI Arifaini saat memimpin sidang disiplin terhadap salah satu anggotanya yang digelar di Mako Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (5/3).
Sidang disiplin tersebut bertujuan untuk memberikan efek jera sekaligus menegakkan disiplin prajurit dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Baca Juga: KRI Brawijaya-320 Uji Alat Robotik untuk Pindahkan Helikopter Panther
“Setiap pelanggaran memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan,” tegas Arifiani dikutip dari unggahan instagram @lanudsultanhasanuddin_.

Menurutnya, pemberian sanksi bagi prajurit yang melakukan pelanggaran merupakan bagian dari proses pembinaan, bukan semata-mata bentuk hukuman.
Melalui langkah tersebut, prajurit diharapkan dapat menyadari kesalahan, memperbaiki diri, serta tidak mengulangi pelanggaran di kemudian hari.
Baca Juga: Uji Sistem Peringatan Dini dan Rantai Komando, Kodaeral XIII Gelar Latpur Bahaya Udara
“Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran berharga, tidak hanya bagi terhukum, tetapi juga bagi seluruh personel Lanud Sultan Hasanuddin,” ungkap dia.
Danlanud kemudian berpesan agar setiap prajurit dapat senantiasa menjaga sikap, perilaku, serta ketaatan terhadap aturan, karena disiplin merupakan fondasi utama dalam mendukung kesiapan operasional dan kehormatan institusi. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































