Pimpin Rapat Evaluasi Penggunaan Rudal Manpads QW-19 dan Chiron, Wakasau Soroti Pentingnya Kesiapan Operasional

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Andyawan Martono memimpin Rapat Evaluasi penggunaan Rudal Manpads QW-19 dan Chiron di Ruang Rapat Wakasau, Mabesau, Rabu (8/1).
Andyawan menjelaskan, rudal memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan operasi udara yang kompleks. Dengan demikian, TNI Angkatan Udara (TNI AU) harus selalu memastikan rudal berada dalam kondisi yang optimal.
Baca Juga: Jelang HUT ke-74, Dinas Penerangan TNI AD Gelar Donor Darah
“Latihan Angkasa Yudha menjadi ajang pengujian komprehensif bagi kesiapan seluruh alutsista TNI AU, termasuk rudal QW-19 dan Chiron, dalam menghadapi ancaman udara yang semakin dinamis. Evaluasi mendalam terhadap performa kedua rudal ini menekankan pentingnya inovasi dan kesiapan operasional yang terus ditingkatkan,” ungkap Wakasau dikutip dari keterangan TNI AU, Kamis (9/1).
Selain mengevaluasi penggunaan rudal, pada kesempatan yang sama Wakasau beserta sejumlah pejabat TNI AU turut membahas perihal upaya untuk meningkatkan kesiapan operasional Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dalam menghadapi berbagai misi strategis di masa depan.
“Diskusi dan kajian teknis yang dilakukan diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam optimalisasi kinerja rudal, yang akan berdampak langsung pada efektivitas pelaksanaan tugas Kopasgat,” jelas Wakasau.
Lebih lanjut Marsdya TNI Andyawan mengungkap, pelaksanaan rapat evaluasi ini sekaligus menjadi wujud nyata atas komitmen TNI AU untuk menjalankan tugasnya dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia, dengan meningkatkan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan memperkuat sistem pertahanan udara nasional.
Baca Juga: KSAD Soroti Tingginya Angka Penyakit Jantung yang Menimpa Para Prajurit
Selain memastikan kesiapan teknis alutsista, rapat ini juga mendorong terciptanya koordinasi yang lebih solid antara berbagai unsur komando, guna memperkuat sinergi dalam mendukung pertahanan udara nasional.
“TNI AU terus berkomitmen melakukan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan seluruh satuan mampu merespons tantangan dengan cepat dan tepat,” pungkas Marsdya TNI Andyawan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































