Pimpin Rapat di Aceh Tamiang, Menhan Pastikan Satgas Kuala Mulai Bekerja Dua Minggu ke Depan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memimpin rapat rencana kerja Satuan Tugas Kuala di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (4/1).
Satgas Kuala merupakan satuan yang nantinya bertugas mengeruk sungai-sungai dangkal yang tertimbun tanah dan memanfaatkan aliran airnya untuk kebutuhan korban bencana banjir dan longsor.
Rapat yang digelar di Kantor Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway tersebut difokuskan pada sinkronisasi rencana teknis, kesiapan alat berat, dukungan logistik, serta integrasi program Satgas Kuala dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Baca Juga: Tutup 16 Tahun Misi MTF Indonesia di UNIFIL, KRI Sultan Iskandar Muda Raih Medali Kehormatan Lebanon
Dalam rapat, Menhan Sjafrie menegaskan rencana pengerahan alat berat oleh Satgas Kuala yang akan dimulai dalam dua minggu ke depan.
“Sehingga pelaksanaan normalisasi sungai dan muara dapat berjalan selaras dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang sedang dan akan dilaksanakan pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga terkait,” tulis siaran pers Biro Infohan Kementerian Pertahanan RI.

Sjafrie menekankan bahwa pembentukan Satgas Kuala tidak semata berorientasi pada pengerukan dan normalisasi sungai, tetapi memiliki tujuan strategis yang lebih luas, yakni mendukung pemulihan dan penguatan perekonomian masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara Tamiang.
Baca Juga: TNI AL Dukung Rekrutmen dan Seleksi 180 Abdi Dalem Prajurit Sarageni Keraton Yogyakarta
Normalisasi alur sungai diharapkan dapat memulihkan akses transportasi air, aktivitas nelayan, pertanian, serta perdagangan lokal yang terdampak pendangkalan dan banjir.
Sjafrie sempat melakukan peninjauan udara (helicopter view) untuk memperoleh gambaran menyeluruh kondisi alur sungai, sedimentasi, serta kawasan muara sebelum memulai rapat.
Selain itu, Sjafrie juga meninjau langsung sepanjang sungai hingga muara Tamiang menggunakan kapal untuk memastikan kesiapan lokasi dan detail permasalahan teknis di lapangan. (nma)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































