HANKAM

Pimpin Modernisasi Peta Laut Indonesia, Danpushidrosal Diganjar Penghargaan dari Inggris

Danpushidrosal Laksdya TNI Budi Purwanto
Danpushidrosal Laksdya TNI Budi Purwanto saat berbicara dalam forum hidrografi internasional. (Foto: Dok. Pushidrosal)

Jakarta, IDM – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh perwira tinggi TNI AL di panggung internasional. Pemerintah Inggris menganugerahkan penghargaan maritim bergengsi, Alexander Dalrymple Award 2026, kepada Komandan Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksdya TNI Budi Purwanto.

Lembaga Kantor Hidrografi Britania Raya atau The United Kingdom Hydrographic Office (UKHO) memberikan penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan dunia atas kepemimpinan visioner Budi, yang dinilai sukses memajukan bidang hidrograf, ilmu pemetaan laut dan pemodelan dinamika air, serta kartografi atau teknik pembuatan peta laut.

Pihak UKHO menegaskan, kontribusi Budi sebagai pemimpin Pushidrosal berdampak besar pada keselamatan navigasi pelayaran, baik di level nasional, regional, maupun internasional. Melalui surat resmi, pimpinan hidrografi nasional Inggris membeberkan alasan kuat di balik penunjukan tersebut.

Baca Juga: Enam Perwira Akmil 2022 Lulus Pendidikan Danki di Pakistan

"Di bawah kepemimpinan Laksdya TNI Budi Purwanto, Indonesia berhasil memodernisasi kemampuan hidrografi melalui penyediaan dan pemeliharaan peta laut serta informasi geospasial maritim berkualitas tinggi," jelas Kepala Hidrografi Nasional Inggris Laksda Angus Essenhigh, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Selasa (23/6).

Essenhigh menambahkan, langkah tersebut sangat krusial dalam mendukung keselamatan pelayaran serta mengamankan berbagai kepentingan maritim nasional Indonesia. Budi juga terbukti sukses mempererat kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Timur lewat implementasi standar hidrografi modern yang dicanangkan oleh Organisasi Hidrografi Internasional atau International Hydrographic Organization IHO).

Keberhasilan memimpin pemetaan laut ini ternyata membawa dampak lanjutan bagi posisi diplomasi pertahanan Indonesia. Tak sekadar menerima penghargaan, Budi kini resmi terpilih menjadi Wakil Ketua Dewan IHO untuk periode 2026–2029.

Baca Juga: Tanpa Angkat Senjata, Begini Cara TNI AD Buat Warga Sukarela Serahkan Senpi

Budi mengamankan posisi strategis tersebut setelah meraih 11 suara dalam pemungutan suara yang diikuti oleh 30 negara anggota Dewan IHO. Sekretariat Jenderal IHO mengumumkan hasil penetapan ini melalui dokumen resmi organisasi pada 17 Juni 2026 kemarin.

Nantinya, Budi mendampingi Magnus Wallhagen dari Swedia yang terpilih sebagai Ketua Dewan IHO. Keduanya dijadwalkan memulai tugas perdana mereka dalam Sidang Dewan IHO ke-10 yang berlangsung di Monako pada 13 Oktober 2026 mendatang.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.