Petembak Gabungan Arhanud Pasgat Asah Kemampuan Tembak Tempur Malam

Jakarta, IDM – Petembak gabungan, yang berasal dari Resimen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 2 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) dan Batalion Arhanud 23 Pasgat, mengasah kemampuan tempur serta meningkatkan profesionalisme melalui latihan tembak tempur malam.
Kemampuan menembak pada malam hari menjadi salah satu keterampilan yang harus dikuasai para petembak Arhanud Pasgat dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan operasi sebagai bagian dari pasukan komando. Kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari program latihan Triwulan II Tahun 2026.
Penerangan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) menjelaskan, para petembak menggunakan senjata laras panjang SS1 V1 dan SS2 V2, yang dilengkapi dengan perlengkapan lainnya seperti night vision goggles (NVG), ear muff, magazen, dan lesan selama latihan berlangsung.

Latihan dipimpin langsung oleh Komandan Resimen Arhanud 2 Pasgat Kolonel Pas Dadang Hermawan di Lapangan Tembak Atmaji, Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (10/6) malam.
Baca Juga: Perwira TNI AU Rampungkan International Flight Safety Officer Course di AS
Dalam arahannya, Dadang berpesan agar seluruh peserta latihan dapat senantiasa memperhatikan faktor keamanan serta prosedur pelaksanaan latihan. “Selalu utamakan safety serta patuhi standar operasional prosedur (SOP) selama kegiatan berlangsung,” tutur Komandan Resimen Arhanud 2 Pasgat, dikutip dari Instagram @korpasgat_tniau, dikutip Minggu (14/6).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































