HANKAM

Latihan Reksa Siaga 2026 Berakhir, Pangkoopsudnas Soroti Kesiapan Operasional dan Kesiapsiagaan Personel

Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo
Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo menutup Latihan Kesiagaan II Reksa Siaga TA 2026. (Foto: Dok. Penerangan Koopsudnas)

Jakarta, IDM – Jajaran Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Kodau) I berhasil menyelesaikan Latihan Kesiagaan II Reksa Siaga TA 2026 yang berlangsung sejak 8-12 Juni 2026.

Rangkaian kegiatan latihan ditutup dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo di Lanud Sugiri Sukani, Majalengka, Jawa Barat, Jumat (12/6).

Dalam sambutannya, Marsdya TNI Minggit menegaskan bahwa Latihan Reksa Siaga merupakan sarana penting untuk menjaga kesiapan operasional jajaran Kodau I yang memiliki wilayah tanggung jawab luas, mencakup Jawa Barat, Sumatra, dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo-Menhan Sjafrie di Kertanegara, ToT Kapal Destroyer Asagiri Belum Diputuskan

Selain itu, latihan juga dirancang untuk meningkatkan kemampuan respons cepat, interoperabilitas antarunsur, serta efektivitas komando dan pengendalian dalam pelaksanaan operasi udara terpadu.

Teknik rappelling
Teknik rappelling yang dipertunjukkan oleh jajaran Kodau I dalam Latihan Kesiagaan II Reksa Siaga TA 2026. (Foto: Dok. Penerangan Koopsudnas)

“Tantangan tugas ke depan menuntut seluruh satuan senantiasa siap bergerak cepat, terpadu, dan efektif menghadapi berbagai situasi darurat, terutama bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” jelas Minggit dikutip dari siaran pers Penerangan Koopsudnas, Sabtu (13/6).

Pada pelaksanaan tahun ini, latihan berfokus untuk menguji kesiapan Kodau I dalam menghadapi berbagai kondisi, khususnya penanggulangan bencana serta operasi bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Perwira TNI AU Rampungkan International Flight Safety Officer Course di AS

Untuk itu, jajaran Kodau I mempraktikkan kemampuan operasi udara dalam manuver lapangan. Operasi tersebut meliputi terjun free fall prajurit Pasgat, penurunan logistik dengan metode Container Delivery System (CDS) dan Helibox oleh pesawat CN-295. Kemudian, terdapat simulasi evakuasi medis udara, rappelling, serta hoist menggunakan helikopter NAS-332 Super Puma.

Latihan melibatkan fasilitas Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan Lanud Sugiri Sukani sebagai pangkalan aju untuk memperkuat kemampuan mobilitas udara dalam mendukung operasi kemanusiaan maupun tanggap darurat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.