HANKAM

Peserta Pembekalan Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Diberi Akses HP Sesuai Waktu yang Ditentukan

Peserta SPPI
Peserta SPPI menerima pembekalan di ruang kelas di Pusdikkes Puskesad. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI mengatakan, para peserta program SPPI pembekalan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 diberikan akses handphone (HP) sesuai waktu yang ditentukan oleh satuan pendidikan masing-masing.

“Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis peserta serta aspirasi dari keluarga, penyelenggara juga memberikan kebijakan penggunaan telepon genggam pada waktu-waktu yang telah ditentukan,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers, dikutip Jumat (3/7).

Baca Juga: Daftar 4 Pilot yang Dibunuh OPM di Papua, Termasuk 2 Warga Asing

Peserta juga diberikan kesempatan untuk menerima kiriman barang dari keluarga sesuai mekanisme yang diatur oleh masing-masing satuan pendidikan.

“Telepon genggam diharapkan digunakan untuk menjaga komunikasi positif dengan keluarga, memberi kabar yang baik serta memperkuat semangat peserta selama mengikuti pembekalan, sedangkan kiriman barang untuk menjaga moril peserta tanpa menimbulkan kesenjangan bagi peserta lainnya,” tutur Rico.

Sebagai contoh, satuan pendidikan Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Pusat Kesehatan TNI AD (Puskesad) memberikan waktu peserta menggunakan telepon genggam pada hari Sabtu dan Minggu.

“Mereka (para peserta) masih bisa berinteraksi dengan keluarga. Hari Sabtu dan Minggu kami bagi ke peserta, mereka masih bisa menggunakan HP masing-masing untuk bertukar kabar dengan keluarga yang ada di rumah,” tutur Komandan Pusdikkes Puskesad Kolonel (Ckm) dr Shohibul Hilmi di lokasi pembekalan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/6).

Baca Juga: 23 Peluru Hantam ‘Bullseye’, Tembakan Akurat Marinir TNI AL di Hawaii Bikin AS Kagum

Kemhan mendorong peserta berkomunikasi dengan pelatih, pengasuh, tenaga kesehatan, maupun pimpinan satuan pendidikan jika ada kendala selama pembekalan.

“Setiap masukan dan kendala akan ditindaklanjuti dengan cepat. Kementerian Pertahanan beserta seluruh panitia seleksi nasional akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar kegiatan ini berjalan lebih aman, proporsional, edukatif dan sesuai dengan tujuan program nasional,” kata Rico.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.