Pesawat TNI AL Gelar Patroli Maritim Perdana di Perairan Papua

Jakarta, IDM – Pesawat Udara (Pesud) TNl AL, yakni CN 235-220 MPA P-8306 yang beroperasi di bawah kendali Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Kormada lll melaksanakan patroli perdana di perairan Papua, Minggu (7/7).
Adapun penerbangan perdana dilakukan usai proses alih bina operasi pesawat dari Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda ke Wing Udara 3 Puspenerbal Biak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung keamanan laut perairan Papua.
Baca Juga: Dankormar Ingin Marinir Punya Batalyon di Pulau Terluar: Sedang Kaji Usulan
Komandan Wing Udara 3, Kolonel Laut (P) Ahmad Novam turut meninjau penerbangan patroli pengintaian maritim tersebut. Lewat kegiatan tersebut, ia dapat melihat secara langsung kondisi dan situasi aktivitas objek kapal yang berada di sekitar perairan Papua.
"Penerbangan ini juga sekaligus sebagai upaya peningkatan dan pemantapan kualifikasi pengawak pesud," tutur Ahmad, dikutip dari keterangan Puspenerbal, Senin (8/7).
Baca Juga: Kemhan: Rencana Kekuatan Laut Indonesia Tempatkan Rudal di Selat Strategis ALKI
Dengan adanya unsur operasi CN-235 P-8306, Komandan Wing Udara 3 Biak berharap semua personelnya memiliki kemampuan dan siap terbang untuk mengawaki unsur yang sudah dimiliki. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































