Dankormar Ingin Marinir Punya Batalyon di Pulau Terluar: Sedang Kaji Usulan

Jakarta, IDM – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi mengungkapkan pihaknya berencana mengkaji usulan pembentukan satuan definitif untuk pasukan "Hantu Laut" yang bertugas menjaga pulau terluar dan perbatasan di wilayah Indonesia.
"Idealnya (pasukan Marinir penjaga pulau terluar dan perbatasan) sebagai satuan, karena di sana masih satgas. Maunya seperti TNI AD, ada satuan definitif (berupa batalyon di pulau terluar dan perbatasan)" ungkap Endi kepada awak media usai menghadiri acara seminar Dinas Sejarah TNI AL di Jakarta, Senin (8/7).
Baca Juga: Aslog Kaskostrad Tinjau Program Rehab Rumah Dinas Swakelola
Ia mencontohkan, seharusnya pulau-pulau terluar dan perbatasan lainnya yang menjadi tempat penugasan pasukan Marinir untuk menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah Indonesia, dibentuk menjadi batalyon, seperti salah satu yang ada saat ini ialah Batalyon Infanteri (Yonif) 10 Marinir di Setoko, Batam, Kepulauan Riau.
"Di sana (Batam) ada batalyon Marinir, seperti Yonif 10, itu definitif sehingga anggarannya dan lain-lainnya semua dalam wadah TNI AL," sambungnya.
Saat ini, lanjut Endi, usulan pembentukan satuan definitif untuk pasukan Marinir di pulau terluar dan perbatasan sedang tahap pengkajian. Hal ini menurutnya sangat penting untuk efisiensi bertugas dan peningkatan kapasitas dalam menjaga keamanan wilayah tanpa ada pergantian pasukan setiap tahunnya.
Baca Juga: Sidak, TNI AD Periksa Riwayat Transaksi Keuangan Prajurit
"Sudah dikaji. Tinggal ke depan untuk bisa lebih baik lah, karena satgas kan ada batasan waktu, kalau definitif kan tidak. Kalau satgas itu per tahun rolling (berganti)" kata Endi.
Adapun satgas Marinir pengamanan pulau-pulau terluar adalah pasukan yang ditugaskan untuk menjaga keamanan dan menjaga kedaulatan dari segala bentuk ancaman yang ditempatkan di pulau-pulau terluar, baik pilau yang berpenduduk maupun tidak berpenduduk yang memiliki nilai strategis. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































