Pesawat NC-212i A-2119 jadi Kekuatan Baru Skadron Udara 4

Jakarta, IDM – Pesawat NC-212i dengan nomor registrasi A-2119 resmi memperkuat Skadron Udara 4 dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara (TNI AU) serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pesawat tersebut diterbangkan dari Bandung oleh Letkol Pnb Andika Ardyagana dan tiba di Hanggar Skadron Udara 4 Wing Udara 1 Angkut, Malang, Kamis (30/7).
Baca Juga: Kemhan: 33.785 Peserta Lolos sebagai Pengelola Kopdes-Kampung Nelayan Merah Putih Batch 1
Dalam sambutannya, Komandan Wing Udara 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia D menyampaikan bahwa penerimaan pesawat NC-212i A-2119 merupakan wujud komitmen TNI AU dalam memperkuat sekaligus memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna meningkatkan kesiapan operasional satuan.
"Kehadiran pesawat ini di Skadron Udara 4 diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam mendukung berbagai misi, mulai dari operasi udara, bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, hingga dukungan logistik. Revitalisasi pesawat ini juga menjadi bukti sinergi yang kuat antara TNI Angkatan Udara dengan industri pertahanan dalam negeri," ujar I Gusti Putu, dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id, Kamis (30/7).

Pesawat NC-212i yang diserahkan kepada TNI AU memiliki konfigurasi Troop Transport, Rainmaking, and Camera, sehingga dapat mendukung beragam kebutuhan operasional. Konfigurasi tersebut memungkinkan pesawat digunakan untuk angkut personel, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (weather modification), hingga misi foto udara.
Dalam siaran persnya, Humas PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjelaskan bahwa konfigurasi khusus tersebut mencerminkan fleksibilitas platform NC-212i yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, pesawat mampu menjalankan berbagai jenis misi secara efektif.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Ingatkan Pendidikan jadi Penentu Lahirnya Prajurit TNI yang Andal dan Profesional
Untuk meningkatkan performa dan kenyamanan operasional, NC-212i juga dibekali baling-baling MTV-27 produksi MT Propeller, Jerman, yang telah mengantongi sertifikasi dari European Union Aviation Safety Agency (EASA).
Baling-baling tersebut menawarkan sejumlah keunggulan, di antaranya tingkat kebisingan yang lebih rendah, performa yang lebih stabil saat pesawat beroperasi dengan satu mesin (single engine) pada ketinggian, serta proses engine start yang lebih halus tanpa menimbulkan hentakan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































