Pesawat Grob LD-1201 Kembali Mengudara usai Jalani Program Periodic Inspection 3000 Jam Terbang di Sathar 11

Jakarta, IDM – Pesawat Grob G-120 TP dengan nomor registrasi LD-1201 kembali mengudara usai menjalani Program Periodic Inspection (PI) 3000 Jam Terbang di Satuan Pemeliharaan (Sathar) 11 Depo Pemeliharaan (Depohar) 10.
Dalam prosesnya, para teknisi Sathar 11 melakukan pemeriksaan, perbaikan, dan pengujian teknis yang ketat. Seluruh komponen pesawat juga dipastikan memenuhi standar kelaikan udara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penerangan Koharmatau melalui unggahan Instagram @koharmatau04 yang dikutip Selasa (16/6) menjelaskan, pesawat terlebih dahulu menjalani uji terbang (test flight) secara berjenjang sebelum dinyatakan siap operasional.
Baca Juga: Beri Arahan untuk Jajaran Perwira, Pangkoarmada II: Tingkatkan Profesionalisme dan Loyalitas
Hasil uji terbang menunjukkan bahwa pesawat memiliki performa yang sangat baik. Sebagai dasar untuk dapat kembali mengudara, Grob LD-1201 kemudian memperoleh rekomendasi kelaikan terbang dari Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja Angkatan Udara (Puslaiklambangjaau).

Setelah semua proses dinyatakan rampung, Grob LD-1201 kemudian secara simbolis diserahkan oleh Komandan Sathar 11 Depohar 10 Letkol Tek Teguh Juanda kepada perwakilan Skadik 101 sebagai operator pesawat, Jumat (12/6).
“Penyerahan ini menjadi wujud tanggung jawab sekaligus kebanggaan seluruh personel pemeliharaan yang telah bekerja secara profesional untuk mengembalikan performa pesawat pada kondisi optimal,” ungkap Teguh.
Baca Juga: TNI AU Tingkatkan Status 3 Lanud jadi Tipe “B”, Respons Kompleksitas Tantangan Tugas
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian teknis semata, tetapi juga mencerminkan komitmen kuat Depohar 10 dalam menjaga kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis (AMPUH).
Pesawat kemudian terbang dari Bandung untuk menuju home base di Yogyakarta. Diketahui, Grob merupakan jenis pesawat latih dasar yang digunakan oleh TNI Angkatan Udara dalam proses pembinaan serta pendidikan calon penerbang TNI AU di Skadron Pendidikan (Skadik) 101, Lanud Adisutjipto.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































