HANKAM

Pesawat C-130J Super Hercules A-1340 Menggelar Latihan Terbang Navigasi

Pesawat C-130J Super Hercules A-1340
Pesawat C-130J Super Hercules A-1340 yang singgah di Lanud Supadio Pontianak saat melakukan Navigation Exercise. (Foto: Dok. Instagram @lanud_supadio)

Jakarta, IDM - Satu unit pesawat C-130J Super Hercules melaksanakan latihan terbang navigasi atau Navigation Exercise (Navex) dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (28/8).

Adapun rute yang ditempuh oleh pesawat angkut baru milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) tersebut meliputi Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta – Lanud Suwondo Medan – Lanud Supadio Pontianak – Lanud Iswahjudi Madiun – Lanud Husein Sastranegara Bandung – Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Sebagai salah satu tujuan Navex, Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Prasetya Halim mengungkap kehadiran pesawat Super Hercules di Pontianak menjadi sebuah kehormatan bagi dirinya dan seluruh jajaran Lanud Supadio.

Baca Juga: Citro Subono, Kolonel Marinir Pencipta Ranpur Amfibi Kasrat Resmi Pecah Bintang

Hal tersebut diungkap Prasetya saat meninjau dan menyambut kedatangan kru pesawat Super Hercules A-1340 di main apron Lanud Supadio.

Danlanud Supadio Marsma TNI Prasetya Halim
Danlanud Supadio Marsma TNI Prasetya Halim saat menyambut kedatangan kru pesawat C-130J Super Hercules di Lanud Supadio. (Foto: Dok. Instagram @lanud_supadio)

“Merupakan suatu kehormatan bagi Lanud Supadio dapat memberikan dukungan pelayanan penerbangan bagi crew pesawat C-130J untuk kelancaran misinya,” ujar Danlanud dikutip dari keterangan foto dalam akun instagram @lanud_supadio.

“Tentunya, Ini juga tugas pokok dan fungsi Lanud Supadio sebagai pangkalan militer TNI AU dalam memberikan dukungan serta pelayanan terbaik bagi penerbangan militer yang transit di Lanud Supadio,” pungkasnya.

Baca Juga: 435 Calon Prajurit Kopassus/Kostrad Ikuti Sidang Pantukhir Panda Kodam II/Swj

Sebagai informasi, pesawat C-130J Super Hercules merupakan pesawat buatan Lockheed Martin Amerika Serikat yang menjadi kekuatan baru bagi Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma.

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) secara resmi telah memesan 5 unit pesawat, di mana hingga saat ini telah ada 3 unit yang dikirim ke Indonesia. Sementara itu, 2 unit pesawat sisanya akan dikirim secara bertahap pada Oktober 2023 dan Januari 2024. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.