HANKAM

Pesawat Angkut Baru TNI AU, C-130J Super Hercules Ramaikan Open Base Lanud Raden Sadjad Natuna

Pesawat C-130J Super Hercules
Pesawat C-130J Super Hercules saat mendarat di Lanud Raden Sadjad Natuna. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Pesawat angkut baru milik TNI Angkatan Udara (TNI AU), C-130J Super Hercules mendarat di Lanud Raden Sadjad (RSA) Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Senin (4/9).

Kehadiran C-130J Super Hercules di Natuna disambut langsung oleh Komandan Lanud RSA, Kolonel Pnb Dedy Iskandar.

Baca Juga: Jelang Pilpres 2024, KSAD: Pegang Teguh Netralitas

Pada dasarnya, penerbangan pesawat C-130J Super Hercules menjelajahi wilayah barat dilakukan dalam rangka terbang navigasi atau Navigation Exercise (NAVEX). Sebelumnya, pesawat yang sama telah melakukan NAVEX ke wilayah timur Indonesia dengan diawaki oleh Letkol Pnb Alfonsus beserta 10 kru dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma.

Pesawat C-130J Super Hercules
Komandan Lanud Raden Sadjad Kolonel Pnb Dedy Iskandar saat menyambut kedatangan kru pesawat C-130J Super Hercules. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Melansir keterangan TNI AU, Selasa (5/9) disebutkan, latihan penerbangan kali ini menempuh rute Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta - Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru – Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh - Lanud Raja Haji Fisabililah Tanjungpinang - Lanud Raden Sadjad Natuna. Setelahnya, pesawat akan kembali ke home base di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Selaras dengan NAVEX, kehadiraan pesawat C-130J Super Hercules ini juga turut menyemarakkan kegiatan open base dan static show yang diselenggarakan oleh Lanud Raden Sadjad.

Baca Juga: Aksi Ratusan Prajurit Siswa Semaba PK TNI AU Angkatan ke-51 dalam Infiltration Course

Open base dan static show digelar dengan tujuan untuk mengenalkan pesawat TNI Angkatan Udara dan meningkatkan minat kedirgantaraan masyarakat melalui Pembinaan Potensi Dirgantara (Binpotdirga) Lanud RSA.

Selain C-130J Super Hercules, alutsista lainnya yang ditampilkan oleh Lanud RSA pada kesempatan tersebut adalah firing Oerlikon Skyshield serta senjata tempur perorangan yang dioperasionalkan oleh Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 477 Kopasgat. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.