Pesan KSAD untuk 1.025 Personel Satgas KONGA yang Berangkat Tugas di Kongo

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman meminta kepada 1.025 personel Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas KONGA) yang akan bertugas pada misi Perdamaian di PBB di negara Democratic Republic Of The Congo (DRC) Afrika Tengah untuk selalu menjaga kewaspadaan di daerah penugasan termasuk menjaga kesehatan.
Hal ini dikatakannya saat mendampingi Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono melepas keberangkatan Satgas ini di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (27/3).
Baca Juga: Pesan Panglima TNI Saat Melepas 850 Prajurit ke Kongo
"Saya menekankan seluruh personel Satgas untuk selalu menjaga kewaspadaan di daerah penugasan, serta menjaga kondisi kesehatan dihadapkan dengan kondisi iklim di daerah penugasan yang berbeda dengan di Indonesia," kata KSAD.
Pasukan yang bertugas dibawah naungan Mission de l'Organisation des Nations unies pour la stabilisation en République démocratique du Congo (MONUSCO) ini terdiri dari Batalyon Gerak Cepat (BGC) Konga XXXIX-E sejumlah 850 personel dengan Komandan Satgas Kolonel Inf Made Sandy Agusto dan Kompi Zeni (KIZI) Konga XX-T/Monusco yang berjumlah 175 personel yang dikomandani Mayor Czi Khaidir Ilham. Main Body dan Satgas BGC XXXIX-E berasal dari Yonif 713/ST, sedangkan main body Satgas Kizi Konga XX-T dari Detesemen Zeni Tempur 11 Merauke.
Baca Juga: KSAU Hadiri Rapat Koordinasi Rencana Relokasi Lanud Soewondo
Sebelum diberangkatkan ke Kongo, seluruh personel telah menjalani Pra Tugas atau Pre Deployment Training (PDT) yang dilaksanakan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), Sentul Bogor, selama satu bulan serta melakukan acara doa bersama di Lapangan Standby Force, Sentul, Bogor.
Pemberangkatan Satgas Konga ke Rapublik Demokratik Kongo ini juga dihadiri KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, Kasum TNI Letjen TNI Bambang Ismawan, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Alfret Denny Tuejeh serta pejabat Mabes TNI lainnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































