Pesan Gubernur AAU Saat Tinjau Latihan Bhuwana Paksa Taruna

Jakarta, IDM – Setiap taruna dalam melaksanakan kegiatan latihan harus diiringi dengan semangat, disiplin dan tanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsda TNI Donald Kasenda.
“Latihan ini untuk menambah wawasan dan pengalaman. Jaga kesehatan, utamakan keselamatan, serta laksanakan setiap kegiatan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa syukur,” ujar Donald saat meninjau latihan Bhuwana Paksa Taruna Tingkat III di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (29/10).
Kehadiran Gubernur di tengah latihan menjadi sumber motivasi dan semangat bagi para Taruna yang sedang menjalani pembekalan lapangan tersebut.
Latihan Bhuwana Paksa, dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (1/11), dirancang untuk membekali para Taruna dengan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen operasional pertahanan pangkalan udara (Hanlan).
Baca Juga: TNI AD Amankan Ribuan Oli Palsu, Ada yang Sudah Beredar
Melalui latihan ini, para peserta diasah memahami teknik dan taktik pertahanan darat, baik secara horizontal maupun vertikal, termasuk penanganan objek vital di pangkalan udara serta pengenalan awal terhadap sistem pertahanan pangkalan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































