HANKAM

Perwira TNI AU Raih Dua Penghargaan dari Squadron Officer School AS, Ini Sosoknya

Kapten Pnb I Putu Satrya Kedaton
Kapten Pnb I Putu Satrya Kedaton, perwira TNI AU yang berhasil meraih dua penghargaan saat menjalani pendidikan di Squadron Officer School (SOS) di Maxwell Air Force Base, Alabama, Amerika Serikat. (Foto: Dok. Instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta)

Jakarta, IDM – Seorang perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU), Kapten Pnb I Putu Satrya Kedaton berhasil menorehkan prestasi membanggakan saat menjalani pendidikan Squadron Officer School (SOS) di Maxwell Air Force Base, Alabama, Amerika Serikat (AS).

Prestasi yang ia raih adalah penghargaan ‘Top Academic Performer International Officer School’ dan ‘Distinguished Graduate Squadron Officer School’.

Melansir keterangan Penerangan Lanud Adisutjipto dalam keterangan foto di instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta, Minggu (26/5) dijelaskan bahwa pendidikan Squadron Officer School merupakan pendidikan perwira setingkat Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau).

Baca Juga: Siaga Tempur di Laut Mediterania, KRI Diponegoro Latihan Penembakan Meriam hingga Sniper

Di Indonesia, Sekkau merupakan jenjang pendidikan bagi para perwira TNI AU yang memiliki pangkat Kapten/Mayor agar mereka memiliki profesionalisme, wawasan serta cakrawala pandang dalam mengemban tugas pokok TNI Angkatan Udara setingkat Satuan Dasar/Skadron.

Kapten Pnb I Putu Satrya Kedaton
Siswa pendidikan Squadron Officer School (SOS) di Maxwell Air Force Base, Alabama, Amerika Serikat. (Foto: Dok. Instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta)

Kapten Pnb I Putu Satrya Kedaton menempuh pendidikan di Squadron Officer School Amerika Serikat selama kurang lebih tiga bulan, yang dimulai pada 26 Februari hingga 23 Mei 2024. Ia menjadi satu dari 25 siswa internasional yang mengikuti pendidikan tersebut. Sementara itu, 548 siswa lainnya berasal dari AS.

Baca Juga: TNI AL Kerahkan Tim Siaga Banjir di Cirebon

Dalam kesehariannya, Kedaton bertugas di Skadron Pendidikan (Skadik) 102 Wingdik 100/Terbang Lanud Adisutjipto. Pria lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2013 ini juga tercatat sebagai bagian dari tim aerobatik kebanggaan TNI AU dan Indonesia, Jupiter Aerobatic Team (JAT).

Komandan Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Marsma TNI Setiawan menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya atas prestasi yang berhasil diraih oleh Kedaton. “Saya berharap prestasi ini mampu menjadi cambuk serta motivasi untuk dapat memberikan pengabdian yang terbaik bagi TNI AU,” pungkas dia. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.