HANKAM

Pertahanan Musuh di Situbondo Hancur Digempur Tembakan Artileri Korps Marinir

Pasukan Korps Marinir
Pasukan Korps Marinir melaksanakan penembakan musuh dengan kesenjataan artileri di Situbondo, Jawa Timur, Jumat (7/6). (Foto: Dok. Pasmar 2)

Jakarta, IDM – Pasukan Resimen Artileri (Menart) 2 Marinir menghancurkan pertahanan musuh melalui tembakan senjata bertubi-tubi dalam skema latihan satuan dasar (LSD) II dan latihan satuan lanjutan (LSL) I di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (6/6).

Dipimpin oleh Komandan Menart 2 Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana, para prajurit menyerbu pertahanan musuh menggunakan unsur kesenjataan Howitzer 105mm, MLRS Vampire, dan dari kendaraan tempur (ranpur) BVP-2.

Dalam skenario latihan, Rana menjelaskan gambaran awal pasukan menerima informasi data intelijen satuan kawan melalui pesawat nirawak (drone) ScanEagle milik Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal).

Baca Juga: Warisan Cagar Budaya, KRI Dewaruci Tiga Kali Ikuti Pelayaran Muhibah Jalur Rempah

Informasi yang ditangkap dari drone Scan-Eagle tersebut menyatakan di titik koordinat tertentu terdapat sasaran berupa sejumlah kubu pertahanan musuh yang harus dihancurkan.

Pasukan Korps Marinir
(Foto: Dok. Pasmar 2)

"Kemudian, informasi dilaporkan kepada peninjau depan dan diteruskan ke pihak di garis tembak artileri medan," jelas Rana, dikutip dari keterangan Pasmar 2, Jumat (7/6).

Sementara itu, pasukan artileri pertahanan udara Menart 2 Marinir dengan kendaraan tempur BVP-2 melaksanakan tembakan penghadangan terhadap pesawat musuh, yakni drone TN-70M milik Puspenerbal.

Baca Juga: Latma Malindo Jaya 2024, TNI AL Akan Kirim 2 KRI ke Malaysia

Drone TN-70M disimulasikan sebagai target yang melakukan bantuan tembakan musuh dan dapat dilumpuhkan terlebih dahulu oleh awak kendaraan tempur BVP-2.

Pasukan Korps Marinir
(Foto: Dok. Pasmar 2)

"Skema latihan dan serbuan dari unsur kesenjataan artileri dan manuver ScanEagle serta target drone TN-70M terlihat bekerja maksimal," kata Rana yang menyaksikan skenario latihan tembakan tersebut dari ruang kendali atau ground control station (GCS).

"Ini sebuah terobosan, hasil maksimal tak akan memungkiri dari kerasnya latihan. Ke depannya, kemampuan bertempur akan terus kita tingkatkan," imbuhnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.