Persiapan TNI AD Hadapi Tantangan Perang Elektronika

Jakarta, IDM – Untuk menghadapi dinamika lingkungan strategis, termasuk tantangan perang elektronika, TNI AD akan memperkuat inovasi hasil Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (Litbanghan) TNI Angkatan Darat.
Hal ini dipastikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat meninjau display inovasi hasil Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (Litbanghan) TNI Angkatan Darat yang ditampilkan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Dislitbangad) di Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad, Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Rotasi di Tubuh Kodaeral III, 5 Kolonel Tempati Jabatan Strategis
Dilansir dari keterangan Dispenad, Sabtu (24/1), Maruli pada kesempatan tersebut memastikan pemanfaatan hasil Litbanghan untuk memperkuat sistem latihan dan mendukung kesiapan operasi prajurit TNI AD.
Ia memberikan perhatian khusus terhadap potensi pengembangan dan penerapan hasil Litbanghan agar dapat diimplementasikan secara nyata di satuan. Menurutnya, penguatan fasilitas dan metode latihan harus sejalan dengan kebutuhan prajurit di lapangan.
“Banyak hal yang bisa kita kerjakan, mudah-mudahan dalam beberapa tahun ke depan. Fasilitas latihan, metode latihan di upgrade bagaimana sistem latihannya, kemampuan dan kesejahteraan anggota,” kata Maruli.
Lebih lanjut Maruli juga mengatakan bahwa beragam produk dan sistem pendukung operasi hasil riset dalam negeri ditampilkan dalam display ini sebagai bagian dari komitmen TNI AD dalam mendorong kemandirian alutsista serta penguatan kemampuan tempur berbasis teknologi. Inovasi Litbanghan tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas latihan dan pelaksanaan tugas pokok satuan di tengah dinamika lingkungan strategis, termasuk tantangan perang elektronika.
Baca Juga: Temui Koopsudnas, Atase Udara AS Bahas Penerbangan Pesawat Militer di Wilayah Indonesia
"Inovasi yang lahir dari Litbanghan harus menjawab kebutuhan riil di lapangan serta berkontribusi langsung terhadap kesiapan operasional satuan. Oleh karena itu, sinergi antara perencana, pelaksana riset, dan satuan pengguna menjadi kunci keberhasilan implementasi hasil Litbanghan," kata Maruli.
Hasil Litbanghan TNI AD tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas latihan, sistem operasi, serta kemampuan prajurit dalam mengoperasionalkan berbagai sarana dan perlengkapan pendukung tugas. Penguatan fungsi Litbanghan dinilai sebagai elemen strategis dalam mewujudkan TNI AD yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertahanan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































