HANKAM

Persiapan Pesantren Kilat di Atas Kapal Perang TNI AL

PESANTREN KILAT
Ratusan pelajar SMA wilayah Jakarta yang menjadi peserta pesantren kilat TNI AL dan Baznas RI. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM - Mata Riska, siswa kelas 2 SMA, berbinar takjub saat berdiri di depan KRI Radjiman Widyodiningrat-992. Ia bersama dua orang sebayanya tak henti-hentinya selfie dengan latar belakang kapal bantu rumah sakit tersebut.

Jilbab dan seragam putih abu-abu yang dikenakannya berkibar-kibar terkena terpaan angin sore yang cukup kencang di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Kamis (6/4). "Senang, dari kecil pingin naik kapal. Akhirnya kesampaian bakal berlayar ke Pulau Pramuka besok," ungkapnya kepada Indonesia Defense Magazine.

PESANTREN KILAT
Upacara pelepasan pesantren kilat selama tiga hari menggunakan KRI Radjiman Widyodiningrat-992 berlayar menuju Kepulauan Seribu. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Riska dan ratusan pelajar berusia 16-18 tahun bakal merasakan pengalaman menjalankan pesantren kilat Ramadhan yang diadakan TNI AL bekerja sama dengan Baznas RI di atas kapal perang berkecepatan 18,3 knot tersebut.

Baca Juga: Melihat Persiapan Perayaan HUT TNI Angkatan Udara yang ke-77

Ilham misalnya, siswa kelas 1 SMA ini mengaku kagum dengan besarnya KRI Radjiman Widyodiningrat-992. Baginya, pengalaman pesantren kilat di atas kapal peran ini adalah yang pertama dirasakan dan sungguh berbeda.

"Apalagi kita didampingi tentara-tentara TNI AL yang gagah. Mengalami langsung berdampingan dengan mereka," kata dia. Sekitar 300 pelajar SMA dari wilayah Jakarta pada pesantren kilat Ramadhan 2023 akan berlayar menuju Kepulauan Seribu, Jakarta, mulai dari 7-9 April.

Laksamana TNI Muhammad Ali
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin upacara pelepasan pesantren kilat di dermaga Kolinlamil. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, menjelaskan selama tiga hari para peserta pesantren kilat akan melaksanakan kegiatan keagamaan. "Seperti salat berjamaah, tarawih, mengkaji ilmu agama serta mendapatkan pembekalan yang inspiratif dari para narasumber," jelas Ali.

Baca Juga: Semarak HUT ke-77, TNI AU Ajak Masyarakat Saksikan Langsung Manuver Pesawat di Lanud Halim Perdanakusuma

Selain itu, lanjut Ali, para peserta pesantren kilat Ramadhan 2023 juga akan diperkenalkan dengan kehidupan dan tradisi kapal perang, termasuk dalam hal buka puasa dan sahur di KRI Radjiman Widyodiningrat-992.

Di kesempatan yang sama, Ketua Baznas RI Noor Achmad mengaku bangga dan terharu dengan kerja sama ekspedisi Ramadhan penuh inspirasi ini. Pasalnya, pascabeberapa bulan kapal tersebut diresmikan, pelayaran resmi pertama dilakukan untuk kegiatan keagamaan para santri.

"Oleh karena itu, mudah-mudahan ini mendapatkan keberkahan di bulan Ramadhan," ucapnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.