Persemayaman Tiga Prajurit UNIFIL di Bandara Soekarno-Hatta, Jenazah Dipulangkan dengan Hercules dan CN-295

Jakarta, IDM – Pemerintah RI menggelar persemayaman militer tiga prajurit TNI yang gugur saat bertugas menjadi pasukan perdamaian di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Persemayaman militer digelar di kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4) petang.
Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung memimpin persemayaman militer dan mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga ketiga prajurit tersebut di ruang VIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Gelar KSAL Cup, TNI AL Ingin Cetak Atlet Karate Tingkat Internasional
Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit saat menyalami para keluarga ketiga prajurit.

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi, Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, serta sejumlah pejabat Kemhan dan pimpinan TNI turut hadir dalam persemayaman tersebut.
Setelahnya, KSAD Maruli memimpin upacara pelepasan jenazah di Apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Panglima Tentera Malaysia Kunjungi Menhan Sjafrie dan Panglima TNI, Bahas Keamanan Kawasan
Ketiga jenazah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing menggunakan dua pesawat TNI AU, yakni Super Hercules C-130J dan CN-295.
Rinciannya, Mayor Anumerta Zulmi Aditya diterbangkan menggunakan pesawat CN-295 menuju Bandung, Jawa Barat. Kemudian, Serka Anumerta M Nur Ichwan dan
Kopda Anumerta Farizal Rhomadon diterbangkan menggunakan Super Hercules menuju Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kronologi gugur
Diketahui, artileri meledak di sekitar markas kontingen Indonesia yang bertugas sebagai pasukan UNIFIL di Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan, Minggu (29/3). Ledakan proyektil itu mengakibatkan Farizal Rhomadon gugur.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas SDM, Disopslatau Sosialisasi Pembinaan Profesi dan Karier Penerbang-Navigator
Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang disiarkan Anadolu Ajansi, penembakan artileri itu dari Israel. Namun, UNIFIL masih mendalami asal artileri tersebut.
Sehari setelahnya, kendaraan Tim Escort atau pembuka ambulans dari Kompi B Satgas Batalion Infanteri (Yonmek) XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) meledak saat melaksanakan pengawalan konvoi combat support service unit (CSSU) di sekitar Bani Hayyan, Sektor Timur, Lebanon Selatan.
Akibat insiden tersebut, Zulmi Aditya dan M Nur Ichwan gugur.
Sejauh ini, tercatat enam prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL mengalami luka karena rangkaian insiden di Lebanon Selatan. Terbaru, tiga prajurit TNI menjadi korban lagi setelah terjadi ledakan di dalam fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di dekat El Adeisse, Sektor Timur, Lebanon Selatan, Jumat (3/4) sore waktu setempat. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































