Pernah Jaga Laut Natuna, Eks Komandan Lanal Ranai Ini Lulus Pendidikan Militer di Jepang

Jakarta, IDM – Kolonel Laut (P) Dian Tri Hutanto sukses menyelesaikan pendidikan militer tingkat lanjut di Tokyo, Jepang, Selasa (30/6). Eks Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai yang pernah memimpin pengamanan di perbatasan Laut Natuna ini lulus dari program keamanan strategis kelas dunia.
Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan XLIV tahun 1998 ini menuntaskan The 2nd National Security Strategist Studies Program (NSSSP) 2025-2026. Mengutip keterangan Dispenal, Jumat (3/7), kursus elite selama 10 bulan tersebut berlangsung di National Institute for Defense Studies (NIDS), Ichigaya, Tokyo.
Level pendidikan di NIDS ini memiliki kualifikasi strategis yang setara dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Indonesia.
Upacara kelulusan ini dihadiri langsung oleh pejabat tinggi pertahanan Jepang. Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro dan Wakil Menteri Pertahanan Jepang Miyazaki Masahisa menyaksikan langsung prosesi yang dipimpin oleh Presiden NIDS Imakyurei Manabu.
Panglima Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) Jenderal Uchikura Hiroaki juga hadir di lokasi. Sementara dari pihak Indonesia, Atase Pertahanan RI di Tokyo Laksma TNI Hidayaturrahman datang mewakili KBRI Tokyo.
Bersaing Bareng Perwira Militer Dunia
Pendidikan strategis ini meluluskan total 33 orang siswa. Mayoritas peserta merupakan perwira senior dari Pasukan Bela Diri Jepang, penjaga pantai (coast guard), serta pegawai sipil kementerian setempat.

NIDS hanya memberikan kuota untuk 8 orang siswa internasional dari 7 negara sahabat, termasuk Indonesia. Dalam program ini, Dian harus bertukar pikiran dengan perwira militer terpilih dari Amerika Serikat, Australia, Jerman, Mongolia, Korea Selatan, dan India.
Baca Juga: Daftar 4 Pilot yang Dibunuh OPM di Papua, Termasuk 2 Warga Asing
Sebelum menempuh pendidikan di Jepang, perwira menengah TNI AL ini memiliki rekam jejak panjang di sektor diplomasi dan pengamanan wilayah konflik. Dian tercatat pernah mengemban amanah sebagai Atase Pertahanan RI di Hanoi, Vietnam periode 2021-2024, sebelum akhirnya menjabat Komandan Lanal Ranai pada 2025.
Dian mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kurikulum dengan hasil baik. Menurutnya, dinamika di dalam kelas memberikan perspektif internasional yang sangat krusial.
"Saya sangat bangga dapat menyelesaikan pendidikan strategis ini dengan hasil yang baik. Selama masa kursus, interaksi global yang terjalin antarnegara sahabat ini menjadi poin yang sangat penting bagi kami," ujar Dian.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































