HANKAM

Perkuat Sistem Pemeliharaan Alpalhankam, Dankoharmatau Pimpin Alih Kodal Skatek ke Depohar

Alih kodal satuan jajaran Koharmatau
Acara alih kodal satuan jajaran Koharmatau yang dipimpin oleh Dankoharmatau Marsda TNI Suryanto. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan alih komando dan pengendalian (kodal) terhadap sejumlah Skadron Teknik (Skatek) di jajaran Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Koharmatau) ke Depo Pemeliharaan (Depohar) sebagai bagian dari penataan organisasi.

Berdasarkan keterangan resmi TNI AU yang dilansir dari laman tni-au.mil.id dan dikutip Rabu (14/1), satuan yang dialihkodalkan meliputi Skatek 021 dan Skatek 043 ke Depohar 10; serta Skatek 022 dan Skatek 044 ke Depohar 30. Kemudian, Skatek 042 dan Skatek 045 dialihkodalkan ke Depohar 80, sementara Skatek 024 ke Depohar 90.

Alih kodal satuan-satuan tersebut secara resmi ditandai melalui acara yang dipimpin langsung oleh Komandan Koharmatau Marsda TNI Suryanto di Gedung Budiardjo Koharmatau, Bandung, Senin (12/1).

Baca Juga: 8 Prajurit Kopassus Terima Penghargaan Sangkur Perak

Dalam sambutannya, Dankoharmatau menegaskan, kebijakan pimpinan TNI AU ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pembinaan teknis sekaligus memperkuat sistem pemeliharaan materiel alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) matra udara.

“Kebijakan ini diharapkan mampu mewujudkan sistem pembinaan satuan teknik yang lebih terintegrasi, terarah, dan berkesinambungan,” tutur Marsda TNI Suryanto.

Dankoharmatau Marsda TNI Suryanto
Dankoharmatau Marsda TNI Suryanto memimpin alih kodal satuan jajaran Koharmatau. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Ia menambahkan, dengan struktur komando yang lebih jelas, setiap satuan teknik dapat fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta ketepatan dan kecepatan dukungan pemeliharaan.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Infrastruktur, TNI AD Kerahkan 4 Alat Berat ke Tukka

“Alih kodal ini bertujuan untuk memperjelas rantai kendali (chain of command) dan mengoptimalkan pembinaan satuan teknik agar lebih profesional dan adaptif dalam mendukung kesiapan operasional pesawat TNI AU,” tegas Dankoharmatau.

Lebih lanjut, pengalihan komando dan pengendalian Skadron Teknik ke Depohar diyakini akan memperkuat keselarasan antara fungsi operasional, pembinaan personel teknik, dan dukungan pemeliharaan materiel.

Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga dan meningkatkan kesiapan operasional pesawat serta alutsista TNI AU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.