HANKAM

Perkuat Pertahanan, TNI AL Resmikan Dua Kapal Pemburu Ranjau

KRI Pulau Fanildo-732
KRI Pulau Fanildo-732 di Koarmada II, Surabaya. (IDM/Bunga Permata)

Surabaya, IDM - TNI AL meresmikan dua unit kapal penyapu ranjau berjenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV), yakni KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 di Dermaga Madura, Koarmada II Ujung, Surabaya, Senin (14/8).

Upacara serah terima dimulai dengan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh inspektur upacara, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini Senin (14/8) pukul 10.18 WIB, dengan ini KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732, Saya resmikan masuk jajaran TNI AL," kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.

Baca Juga: Korem 143/HO Tinjau Proses Penjahitan Bendera Sepanjang 17 Km

Lalu KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menekan tombol simbolis peresmian bersamaan dengan dibunyikannya sirine dan tepuk tangan dari para partisipan acara.

Dilanjut pengukuhan Komandan KRI Pulau Fani-731 yang diemban oleh Letkol Laut (P) Mufianto Machfud dan Letkol Laut (P) Slamet Ariyadi sebagai Komandan KRI Pulau Fanildo-732, seraya mengucapkan sumpah yang dibacakan oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.

KRI Pulau Fanildo-732
(IDM/Bunga Permata)

Kedua komandan itu pun disematkan tanda jabatan dan tanda pangkat oleh inspektur upacara. Serta penandatanganan pakta integritas dan serah terima berita acara jabatan.

Baca Juga: Pangkoopsudnas: Misi Demo Udara 17 Agustus Merupakan Kebanggaan Bagi TNI AU

"Pembangunan kedua kapal ini mengandung makna penting sebagai perwujudan modernisasi alutsista TNI dan upaya pemenuhan alpalhankam serta peningkatkan kemampuan khususnya dalam peperangan ranjau. Selanjutnya akan ditugaskan untuk memperkuat satuan kapal ranjau di Komando Armada II," ujar KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.

Lebih lanjut, ia menyatakan terima kasih kepada Kementrian Pertahanan (Kemhan) RI atas komitmen dalam memperkuat armada TNI AL.

"Terima kasih yang mendalam kepada pemerintah kepada Kementrian Pertahanan RI atas komitmen dan kontribusi yang luar biasa dalam msepenuhnya mndukung pembangunan Matra laut," imbuhnya.

Baca Juga: Lanal Cilacap Serahkan Artefak Amunisi PD II Eks USS Langley ke Museum

Ia pun berpesan agar kedua Komandan Kapal Pemburu Ranjau produksi Industri Pertahanan pertahanan Jerman, Abeking & Resmussen itu untuk senantiasa memenuhi aturan dan selalu meningkatkan profesionalisme dengan latihan secara bertahap dan kontrol maupun evaluasi intensif.

"Kapal ini bukan hanya lambang kekuatan, tapi juga representasi dari kerja keras tim. Kapal harus selalu siap dalam mendukung Operasi," ujarnya.

Upacara peresmian pun ditutup dengan Mars Andika Bhayangkari dan pembacaan doa. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.