HANKAM

Perkuat Kesiapan Operasional, A400M TNI AU Jalani Uji Fungsi Sistem Pendaratan

Pesawat A400M A-4001
Pesawat A400M A-4001 menjalani uji fungsi pendaratan berbasis Instrument Landing System (ILS) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: Dok. Penerangan Koopsudnas)

Jakarta, IDM – A400M menjalani uji fungsi pendaratan berbasis Instrument Landing System (ILS) sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional pesawat.

Uji fungsi tersebut dilaksanakan di runway Lanud I Gustri Ngurah Rai, Bali, Kamis (26/2), setelah pesawat lepas landas dari home base-nya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Setibanya di wilayah udara Bali, pesawat melaksanakan prosedur pendekatan instrumen sesuai dengan standar operasional. Pengujian juga mencakup manuver pendekatan rendah (low approach) untuk memastikan akurasi sistem navigasi serta kesiapan fasilitas pendukung pangkalan.

Baca Juga: TNI AD Periksa 19 Orang Terkait Kematian Prada Jack Yakonias Soor

“Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem navigasi dan fasilitas pendukung operasional di Lanud I Gusti Ngurah Rai berfungsi optimal,” tulis Penerangan Koopsudnas dalam siaran persnya, dikutip Minggu (1/3).

Pesawat A400M A-4001
Pesawat A400M A-4001 saat menjalani misi pengangkutan bantuan logistik untuk warga terdampak bencana di Aceh. (Foto: Dok. Dispenau)

A400M menjadi pesawat angkut terbaru sekaligus terbesar yang saat ini memperkuat jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Udara.

Pesawat produksi Airbus tersebut pertama kali mendarat di Indonesia pada 3 November 2025 di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan selanjutnya ditempatkan di Skadron Udara 31 sebagai satuan operator.

Baca Juga: Pangkoarmada RI Pimpin Sertijab Komandan Kodaeral XI, XIII hingga Dansatkopaska

Kehadiran unit pertama A400M dengan nomor registrasi A-4001 tersebut menjadi realisasi dari kontrak pengadaan yang ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada November 2021. Dalam kontrak itu, Indonesia dilaporkan memesan dua unit A400M.

Sejak hadir di Indonesia, A400M telah menjalani misi perdana dalam operasi militer selain perang (OMSP) dengan mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana longsor dan banjir di Provinsi Aceh pada akhir November 2025.

Saat itu, pesawat terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan mengangkut total bantuan logistik sebanyak 15.685 kilogram menuju Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.