HANKAM

Perdana! TNI AU Kerahkan Rafale dan A400M dalam Misi Pegase 2026

Pesawat tempur Rafale
Pesawat tempur Rafale yang dikerahkan TNI AU dalam Misi Pegase 2026. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk pertama kalinya mengerahkan pesawat tempur Rafale dan pesawat angkut A400M dalam Misi Pegase 2026 bersama Angkatan Udara Prancis.

Dalam misi tersebut, TNI AU mengerahkan tiga unit Rafale dari Skadron Udara 12 dan dua pesawat A400M dari Skadron Udara 31. Keterlibatan kedua jenis pesawat tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan interoperabilitas mengingat Indonesia dan Prancis kini sama-sama mengoperasikan Rafale serta A400M. Selain itu, kesamaan platform tersebut turut membuka ruang bagi kedua angkatan udara untuk bertukar pengalaman dalam pengoperasian Rafale dan A400M.

Baca Juga: Forum Peningkatkan Interoperabilitas Alutsista TNI, Wamenhan: Data Akurat jadi Faktor Pengganda Kekuatan

Salah satu bentuknya diwujudkan melalui simulasi pengisian bahan bakar di udara (air refueling) yang dijalani oleh dua pesawat Rafale TNI AU bersama pesawat tanker A330 MRTT dan tiga Rafale milik Prancis, Selasa (22/9). Di sisi lain, A400M TNI AU turut mengudara dengan membawa 10 personel Denmatra 1 Brigade Parako 1 Pasgat yang melakukan penerjunan statis.

TNI Angkatan Udara diketahui telah mengoperasikan kedua platform modern dan terbaru produksi Prancis itu dalam kurun waktu setahun terakhir. Pesawat A400M pertama dengan nomor registrasi A-4001 tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 3 November 2025.

Pesawat angkut A400M
Pesawat angkut A400M yang dikerahkan TNI AU dalam Misi Pegase 2026. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Selanjutnya, unit kedua A400M, yang memiliki nomor registrasi A-4002, diserahkan pada 18 Mei 2026 bersamaan dengan enam unit Rafale. Indonesia tercatat memesan 42 unit Rafale dari Prancis melalui kontrak pengadaan yang ditandatangani pada 2022.

Baca Juga: TNI AL dan Militer se-ASEAN Latihan Bersama Penanggulangan Bencana di Banten

Misi Pegase merupakan misi penerbangan jarak jauh yang secara berkala digelar Angkatan Udara Prancis untuk memproyeksikan kekuatan udara mereka ke berbagai kawasan sekaligus meningkatkan kesiapan operasional. Selain itu, misi yang sama bertujuan untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara mitra serta menegaskan komitmen mereka terhadap kebebasan navigasi.

Angkatan Udara Prancis telah memulai Misi Pegase 2026 sejak 8 September 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 15 Oktober 2026. Dalam rangkaian misi tersebut, delegasi Prancis bakal berada di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 20–25 September 2026.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.