Perdana Ikut Sail Regatta, Tiga Taruna AAL Raih Penghargaan di Italia

Jakarta, IDM - Tiga taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) meraih Fair-Play Award dalam ajang International Sailing Week, yakni lomba layar tahunan di Livorno, Italia, Senin (1/5) lalu.
Dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (4/5), Sermadatar Pranaditya Suud, Sermadatar Evan dan Sermadatar Sangia adalah para taruna AAL yang berhasil meraih prestasi tersebut.
Baca Juga: Tiga Pembekalan HAM untuk Prajurit Yonif 2 Marinir di Perbatasan
Penghargaan Fair-Play Award diberikan karena para tauna AAL dapat mengikuti rangkaian perlombaan tanpa mendapatkan penalti serta dapat menjalani semua program di Accademia Navale (Italy Naval Academy) dengan baik.

"Ini kali pertama AAL mengikuti Sail Regatta dan mendapatkan tropi Most Fair Player Award," ujar Head of Delegation Kolonel Laut (S) Wisnu Agung P.
Baca Juga: Tiba dengan Boeing-737 A-7306 TNI AU, Danlanud SMH Sambut Kedatangan Wapres RI
Sebelumnya, perlombaan tersebut berlangsung selama empat hari, yakni dari 28 April-1 Mei. Setiap harinya, lomba diadakan sebanyak tiga race atau putaran pertandingan untuk kelas Tridente 16.
Perlombaan internasional khusus bagi para taruna angkatan laut seluruh dunia ini diikuti 25 tim Naval Academy dari 25 negara. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































