Peran Prajurit Marinir dalam Sistem Komunikasi Operasi Amfibi

Jakarta, IDM - Dalam rangka kegiatan Komunikasi Taktis Batalyon Tim Pendarat (BTP), Pasmar 2 menggelar sistem komunikasi dalam operasi amfibi di Pasir Panjang, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (14/4).
Dikutip dari keterangan Dispen Kormar, kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah pengawak komunikasi dari prajurit Intai Amfibi (Taifib), Infanteri, Kavaleri, Artileri maupun Bantuan Tempur (Banpur).
Baca Juga: TNI AL Bagikan Paket Sembako kepada 75 Ribu Prajurit
Pasmar 2 menggelar sistem komunikasi dalam mendukung komando pengendalian (kodal) satuan atas dengan satuan terdepan dalam operasi amfibi yang dimulai dari simulasi komunikasi lintas laut, pendaratan khusus, gerakan kapal sampai perebutan tumpuan pantai.
Dalam kesempatan tersebut, Danmenbanpur 2 Mar Kolonel (Mar) Firman Gunawan, menyampaikan kegiatan yang dimulai sejak dini hari ini sebagai simulasi pendaratan amfibi yang membutuhkan kemampuan dan skill yang ekstra.
"Dihadapkan dengan kondisi cuaca yang menguras stamina, tentunya prajurit komunikasi harus memiliki daya juang yang tinggi, semangat pantang menyerah dalam menjaga fungsi komunikasi," ujar Firman.
Baca Juga: Antisipasi Penyelundupan, KSAL Gencarkan Patroli Maritim Jelang Lebaran 2023
Sementara itu, Danyonkomlek 2 Mar Letkol (Mar) Mohammad Wawan Abidin, menyampaikan bukan hal yang mudah untuk menggelar berbagai jaring komunikasi dan berbagai peralatan komunikasi dalam operasi amfibi.
"Terlebih dengan tuntutan kecepatan, ketepatan dan keamanan yang tinggi," kata Wawan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































